Ketum Kadin: Kemerdekaan Ekonomi Harus Menjadi Agenda Generasi Kini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan penguatan ekonomi harus menjadi bagian penting dalam memaknai kemerdekaan Indonesia pada era sekarang. Setelah 81 tahun merdeka, diplomasi ekonomi perlu semakin diarahkan untuk memperbesar perdagangan dan investasi, mempercepat industrialisasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Anindya menyampaikan hal tersebut dalam Kadin Indonesia Economic Diplomatic Breakfast bertema “The Next Independence: Building Indonesia’s Economic Strength in a Changing World” di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Acara yang digelar menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia itu mempertemukan jajaran pengurus Kadin Indonesia, pimpinan Kadin daerah, pelaku usaha, serta komunitas diplomatik. Pemilihan Museum Perumusan Naskah Proklamasi sebagai tempat penyelenggaraan sengaja dilakukan untuk menghubungkan perjuangan memperoleh kemerdekaan pada 1945 dengan tantangan membangun kekuatan ekonomi Indonesia saat ini.
“Kali ini kita adakan di Museum Proklamasi untuk menjunjung suatu perjuangan yang kita apresiasi sebagai insan Indonesia dan juga merupakan rentetan daripada acara 17 Agustusan,” ujar Anindya, yang akrab disapa Anin. Menurut Anindya, penghormatan terhadap perjuangan kemerdekaan tidak cukup berhenti pada kegiatan seremonial. Semangat tersebut perlu diterjemahkan ke dalam upaya memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian dunia, salah satunya melalui diplomasi ekonomi.
Baca Juga
Diplomasi ekonomi, kata Anindya, mempunyai peranan strategis karena dapat membuka pasar bagi produk Indonesia, meningkatkan perdagangan, mendatangkan investasi, serta mendorong industrialisasi di dalam negeri. Rangkaian aktivitas ekonomi tersebut pada akhirnya harus menghasilkan lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Ini adalah bentuk hormat kita kepada Merah Putih dan upaya kita untuk menguatkan diplomasi ekonomi sebaik mungkin,” katanya.
Melalui forum tersebut, Kadin juga ingin memperkuat komunikasi antara dunia usaha Indonesia dan komunitas internasional. Hubungan diplomatik, menurut Kadin, harus semakin diterjemahkan menjadi hubungan ekonomi yang konkret melalui perdagangan, investasi, teknologi, pendidikan, energi dan berbagai bentuk kerja sama produktif lainnya.
Dari Kemerdekaan Politik ke Kekuatan Ekonomi
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady mengatakan tantangan generasi sekarang berbeda dengan tantangan yang dihadapi para pendiri bangsa 81 tahun silam. Indonesia telah memperoleh kemerdekaan politik pada 1945, tetapi setiap generasi mempunyai tanggung jawab memberikan substansi baru terhadap kemerdekaan tersebut.
“Kemerdekaan bukan sekadar kata-kata, melainkan harus menjadi kenyataan. Setiap generasi harus kembali membangun dan memaknai kemerdekaan tersebut,” ujar James.
Bagi generasi sekarang, menurut James, salah satu makna terpenting kemerdekaan adalah kemampuan membangun kekuatan ekonomi sendiri. Hal itu mencakup ketahanan pangan dan energi, sumber daya manusia berkualitas, kemampuan teknologi, industri kompetitif, pekerjaan produktif, serta institusi yang mampu menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap masa depan.
Penguasaan teknologi menjadi salah satu faktor penting. Indonesia, kata James, tidak boleh hanya menjadi konsumen perkembangan teknologi global, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Indonesia harus meningkatkan kemampuan untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan teknologi, termasuk memasuki sektor hulu AI dan robotika. Penguasaan teknologi tersebut penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.
Namun, James menegaskan bahwa kemandirian ekonomi bukan berarti isolasi ekonomi. Indonesia justru harus memperkuat kemampuan domestik sembari mempertahankan keterbukaan terhadap perdagangan, investasi, teknologi dan kerja sama internasional. “Justru sebaliknya. Indonesia yang percaya diri harus kuat di dalam negeri, terbuka terhadap dunia, dan cukup percaya diri untuk bekerja sama dengan semua pihak,” katanya.
Indonesia Tidak Bisa Dibangun Hanya dari Jakarta
James juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Pemerintah mempunyai kewenangan menetapkan arah pembangunan dan kebijakan, tetapi kekuatan ekonomi sesungguhnya dibangun oleh pengusaha, pekerja, petani, pendidik, inovator serta berbagai komunitas di seluruh Indonesia.
Karena itu, pembangunan ekonomi tidak boleh terkonsentrasi hanya di pusat pemerintahan dan pusat-pusat ekonomi besar. “Indonesia tidak akan dibangun hanya dari Jakarta. Indonesia harus dibangun dari seluruh provinsi, kota, kabupaten, dan komunitas di seluruh Nusantara,” tegas James.
Dalam konteks tersebut, Kadin mempunyai posisi strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan dunia usaha, antara pusat dan daerah, serta antara Indonesia dan komunitas bisnis internasional.
Kehadiran pimpinan Kadin dari berbagai daerah dalam forum diplomasi ekonomi tersebut, menurut James, sekaligus menunjukkan bahwa peluang investasi dan pertumbuhan Indonesia harus tersebar ke berbagai wilayah.
Kemerdekaan Harus Membuat Rakyat Berdaya
Menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia, James mengajak dunia usaha dan komunitas internasional melihat pembangunan Indonesia dalam horizon lebih panjang, yakni 20 hingga 30 tahun mendatang.
Menurut dia, Proklamasi 17 Agustus 1945 memberikan bangsa Indonesia kedaulatan untuk menentukan nasibnya sendiri. Tugas generasi sekarang adalah memastikan kedaulatan tersebut menghasilkan kemampuan nyata bagi rakyat untuk meningkatkan kualitas hidup.
“Kemerdekaan berikutnya harus memberikan kemampuan kepada setiap orang untuk belajar, bekerja secara produktif, membangun usaha, berpartisipasi dalam teknologi, memiliki rumah, dan hidup dengan bermartabat,” ujarnya.
Dengan demikian, ukuran kemerdekaan pada era sekarang tidak cukup hanya dilihat dari kedaulatan politik. Kemerdekaan juga harus tercermin dalam kemampuan suatu bangsa menyediakan pangan dan energi, menciptakan pekerjaan, menguasai teknologi, membangun industri serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.
Baca Juga
Delapan puluh satu tahun lalu, bangsa Indonesia memutuskan untuk menentukan nasibnya sendiri. Kini, menurut James, tanggung jawab generasi sekarang adalah memastikan kemerdekaan tersebut terus mempunyai substansi dan kekuatan. “Kuat di dalam negeri, terbuka terhadap dunia, dan cukup percaya diri untuk bekerja sama dengan semua pihak,” tutup James.
Acara tersebut dihadiri sejumlah pengurus Kadin Indonesia, antara lain Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Hukum dan HAM, Sarana/Prasarana M. Azis Syamsuddin; Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Juan Permata Adoe; Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Taufan Eko Nugroho Rotorasiko; Wakil Ketua Umum Bidang Keanggotaan Widiyanto Saputro; Wakil Ketua Umum Wilayah Kalimantan Andi Yuslim Patawari; Wakil Ketua Umum Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang; serta Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Saleh Husin.
Hadir pula Wakil Ketua Umum Bidang Perencanaan Nasional Bayu Priawan Djokosoetono, Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Bernardino M. Vega, Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan dan Perjanjian Luar Negeri Pahala Mansury, Wakil Ketua Umum Bidang Diplomasi Multilateral Andi Anzhar Cakra Wijaya, serta sejumlah pimpinan Kadin daerah, termasuk Ketua Umum Kadin Sumatra Barat Buchari Bachter, Ketua Umum Kadin Sumatra Utara Firsal Ferial (Dida) Mutyara dan Ketua Umum Kadin Nusa Tenggara Barat Faurani.

