Bakti Tegaskan Tak Ada Pembangunan BTS Baru di Tahun Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) mengubah fokus pengelolaan infrastruktur telekomunikasi pada 2026. Bakti menyebut tidak akan membangun menara telekomunikasi (base transceiver station/BTS) baru.
Direktur Utama Bakti Kemenkomdigi, Fadhilah Mathar mengatakan, fokus tersebut mencakup pengelolaan sekitar 6.747 BTS yang sudah beroperasi. Infrastruktur itu terutama menopang konektivitas di wilayah 3T yang belum menjadi prioritas jaringan komersial.
“Di 2026 ini kita tidak ada pembangunan BTS baru. Kita fokus kepada opex dan maintenance,” kata wanita yang akrab disapa Indah itu dalam Bakti Media Connect 2026 di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga
Perkuat Strategi Penurunan Emisi, Telkomsel (TSEL) Operasikan 1.361 BTS Tenaga Surya
Menurutnya, biaya operasional menjadi komponen penting untuk memastikan aset yang telah dibangun tetap memberikan layanan. Bakti juga melakukan evaluasi terhadap kualitas dan pemanfaatan jaringan di berbagai lokasi. “Jadi bagaimana existing infrastructure ini bisa memberikan layanan yang optimal,” ujarnya.
Evaluasi dilakukan agar investasi pemerintah tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi menghasilkan layanan yang benar-benar digunakan masyarakat. Optimalisasi juga dilakukan melalui relokasi BTS apabila terdapat lokasi yang dinilai kurang efektif.
Selain BTS, Bakti juga mendorong pemanfaatan infrastruktur satelit untuk meningkatkan kapasitas layanan. Migrasi sejumlah titik ke SATRIA-1 menjadi salah satu opsi untuk mengatasi keterbatasan kapasitas di lokasi tertentu.
Baca Juga
BTS Sulit Jangkau Wilayah 3T, Kemenkomdigi Dorong Satelit LEO Jadi Solusi Daerah 'Blank Spot'
Indah mengatakan efisiensi menjadi pertimbangan utama dalam pengelolaan infrastruktur Bakti. “Kita harus melihat mana yang memang masih membutuhkan intervensi pemerintah dan mana yang sudah bisa berjalan secara komersial,” jelasnya.
Fokus Bakti pada tahun ini pun 2026 tak lagi mengejar jumlah BTS baru. "Prioritasnya adalah menjaga jaringan existing, meningkatkan kualitas layanan, melakukan optimalisasi aset, dan memastikan belanja infrastruktur digital memberikan dampak maksimal bagi masyarakat 3T," tutup Indah.

