BRIN Gandeng Lembaga Nuklir Australia, Bidik Manfaat untuk Industri dan Ketahanan Pangan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Australian Nuclear Science and Technology Organisation (ANSTO) menjajaki penguatan kolaborasi di bidang riset dan teknologi nuklir. Penjajakan tersebut diarahkan untuk kerja sama riset, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga pengembangan teknologi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan industri.
Sejumlah bidang potensial dibahas dalam pertemuan kedua lembaga, mulai teknologi akselerator dan reaktor riset, hingga pemanfaatan teknologi nuklir untuk mendukung ketahanan pangan.
Baca Juga
Prabowo Tinjau Berbagai Produk Inovasi BRIN, Ada Teknologi Nuklir hingga MBG
Kepala Pusat Riset Teknologi Akselerator BRIN Muhammad Rifai mengatakan, BRIN membuka peluang kolaborasi dengan berbagai lembaga riset dan perguruan tinggi melalui platform kolaborasi.
“Kami mengundang organisasi riset lain, universitas, maupun lembaga riset lain untuk bergabung bersama kami dalam proyek kolaborasi. Kami memiliki platform yang terbuka bagi mitra untuk bergabung dan bekerja sama dengan kami,” ujar Rifai, dikutip Kamis (13/8/2026).
Menurut Rifai, kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan pada kegiatan riset, tetapi juga pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui mobilitas periset, kunjungan riset bersama, program pascadoktoral, hingga pemanfaatan fasilitas penelitian milik mitra.
Sementara itu, Executive Group Nuclear Science and Technology ANSTO Andrew Gareth Peele mengatakan, penjajakan kerja sama dengan BRIN ditujukan untuk memperkuat hubungan dan koneksi yang telah terbangun sekaligus meningkatkan dampak dari kegiatan penelitian dan pengembangan. Menurutnya, kolaborasi memungkinkan kedua pihak berbagi persoalan riset sekaligus memperoleh akses terhadap infrastruktur yang diperlukan untuk menjawab persoalan tersebut.
“Yang ingin kita bicarakan adalah bagaimana memperkuat hubungan dan koneksi yang telah terbangun. Pada akhirnya, kami ingin meningkatkan dampak dan manfaat dari kegiatan penelitian dan pengembangan,” ungkap Peele.
Peele menekankan bahwa ukuran keberhasilan kolaborasi riset tidak semata-mata terletak pada publikasi ilmiah. Pengetahuan dan kemampuan yang dihasilkan dari riset perlu diterjemahkan menjadi manfaat yang lebih luas bagi industri, organisasi, maupun masyarakat.
“Ketika kita berbagi persoalan dan memiliki akses terhadap infrastruktur yang dapat memberikan pemahaman atas persoalan tersebut, kita berada pada jalur untuk menghasilkan bukan hanya publikasi ilmiah, tetapi juga kemampuan yang dapat membantu industri dan organisasi lain memanfaatkan hasil penelitian,” sebut dia.
Peele menyebut ANSTO memiliki reaktor riset serta sejumlah infrastruktur penelitian berskala besar yang dimanfaatkan tidak hanya oleh periset ANSTO, tetapi juga komunitas ilmiah dari Australia dan berbagai negara.
Baca Juga
Apresiasi Riset BRIN, Presiden Soroti Inovasi Pengelolaan Sampah hingga Material Ramah Lingkungan
Kolaborasi BRIN dan ANSTO diharapkan dapat memperluas pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir untuk menjawab berbagai kebutuhan pembangunan, mulai dari kesehatan, lingkungan, industri, hingga ketahanan pangan.
Melalui pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas periset, dan pemanfaatan infrastruktur riset, kerja sama ini diarahkan agar hasil penelitian dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini tentang bagaimana kita dapat membantu negara kita meningkatkan keberlanjutan lingkungan, membantu rumah sakit dan dokter meningkatkan hasil kesehatan, sekaligus menyediakan kemampuan yang dapat dimanfaatkan industri,” sebut Peele.

