Bauran EBT Sulawesi Utara Capai 32%, Panas Bumi Jadi Andalan
Poin Penting
|
MANADO, Investortrust.id - Bauran energi baru dan terbarukan (EBT) Sulawesi Utara (Sulut) telah mencapai 32% dan pemanfaatan panas bumi memasok sekitar 24% kebutuhan listrik provinsi tersebut. Capaian itu menjadi modal pengembangan ekosistem energi bersih di daerah melalui kolaborasi pemerintah, industri, dan akademisi.
Pesan tersebut mengemuka dalam Renewable Energy Forum 2026 bertema "Empowering Future Leaders to Accelerate Indonesia" yang digelar Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PEO0 atau PGE, dan Dewan Energi Mahasiswa Sulawesi Utara di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, awal pekan ini.
Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), induk usaha PGE melihat penguatan ekosistem energi terbarukan di tingkat daerah sebagai bagian dari upaya memperluas penggunaan energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Adapun Sulawesi Utara memiliki posisi strategis karena memiliki pengalaman dalam pemanfaatan energi panas bumi. Selain panas bumi, provinsi tersebut memiliki potensi energi surya, angin, energi laut, bioenergi, dan hidro.
Direktur Proyek dan Operasi Pertamina NRE sekaligus Ketua Umum METI Norman Ginting mengatakan pengalaman Sulawesi Utara dalam memanfaatkan panas bumi dapat menjadi modal untuk mengembangkan sumber energi terbarukan lain.
Baca Juga
Pertamina Dorong Ekonomi Lokal Lewat Inovasi Panas Bumi di Kamojang
"Sulawesi Utara menunjukkan bahwa potensi energi terbarukan dapat menjadi kekuatan daerah sekaligus bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional," ujar Norman dikutip Rabu (12/8/2026).
Menurut Norman, potensi tersebut perlu dikembangkan melalui kerja sama lintas sektor. Pemerintah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, dan generasi muda memiliki peran masing-masing dalam membangun ekosistem energi terbarukan.
Sementara itu, METI Wilayah Sulawesi Utara dibentuk sebagai bagian dari peta jalan dekade pertama organisasi periode 2026–2036. Pembentukan wilayah tersebut diarahkan untuk mendukung target swasembada energi di berbagai wilayah Indonesia. Sulawesi Utara menjadi METI Wilayah pertama di kawasan timur Indonesia. Sebelumnya, organisasi tersebut telah hadir di Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, dan Jawa Barat.
Pelantikan pengurus METI Wilayah Sulawesi Utara ditandai dengan penyerahan Pataka METI Sulawesi Utara dari Norman Ginting kepada Benny Pinontoan sebagai ketua METI Wilayah Sulawesi Utara.
Pemprov Sulut Dorong Investasi Energi Bersih
Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terhadap pembentukan METI Wilayah Sulawesi Utara. Potensi energi terbarukan yang dimiliki Sulawesi Utara dapat menjadi modal untuk memperkuat kedaulatan energi sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga
ESDM Genjot PLTS 100 GW, Kejar Bauran EBT 21% dan Kurangi Ketergantungan Energi Fosil
Ia juga menilai kolaborasi lintas sektor diperlukan agar potensi energi terbarukan tidak berhenti pada pengembangan sumber energi. Keterlibatan pelaku usaha, perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah diperlukan untuk membangun proyek sekaligus menyiapkan sumber daya manusia.
Renewable Energy Forum 2026 turut melibatkan 19 organisasi mahasiswa dan kepemudaan di Sulawesi Utara. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pembahasan mengenai transisi energi hingga ke kelompok generasi muda. Para mahasiswa tidak hanya mengikuti diskusi mengenai perkembangan energi terbarukan, tetapi juga menyampaikan Deklarasi Mahasiswa Mendukung Transisi Energi Bersih.
Norman mengatakan transisi energi membutuhkan kontribusi dari berbagai wilayah dan kelompok generasi. Menurut dia, keterlibatan anak muda dapat memperkuat kesinambungan pengembangan sektor tersebut. "Transisi energi adalah agenda bersama yang membutuhkan kontribusi dari seluruh wilayah dan generasi," kata Norman.

