Menteri Maman Kumpulkan Pejabat Lintas Kementerian Bahas Pemberdayaan SAPA UMKM
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengumpulkan para pejabat pimpinan tinggi dari puluhan kementerian dan lembaga untuk menyatukan frekuensi dalam memperkuat pemberdayaan pelaku usaha nasional melalui pemanfaatan sistem SAPA UMKM.
Pertemuan strategis tersebut dikemas dalam Rapat Koordinasi Sinergi Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan UMKM yang digelar di Jakarta pada Rabu (12/8/2026). Langkah ini menjadi fondasi penting bagi Kementerian UMKM dan Bappenas dalam menjalankan **Program Integrasi dan Reorientasi Program Pemberdayaan UMKM (Prokesra).
Menteri Maman menegaskan keterlibatan lintas instansi sangat krusial agar tidak ada lagi tumpang tindih program pelatihan dan fasilitasi bagi pelaku usaha.
"Tujuannya adalah menyamakan satu frame, satu frekuensi terkait dengan program Prokesra. Melalui program ini, kita melakukan konsolidasi, integrasi, serta reorientasi arah program pemberdayaan UMKM agar lebih efisien dan tepat sasaran," ujar Maman usai rapat koordinasi.
Maman menjelaskan, Prokesra dirancang untuk menyesuaikan jenis pelatihan dan pendampingan berdasarkan kebutuhan nyata serta tantangan kekinian di setiap tingkatan usaha, mulai dari skala mikro, kecil, hingga menengah.
Selain konsolidasi program, fokus utama kolaborasi ini adalah integrasi teknologi melalui portal SAPA UMKM. Platform ini disiapkan sebagai one-stop service atau pintu pelayanan terpadu bagi seluruh pelaku UMKM nasional.
Baca Juga
SAPA UMKM Jangkau 57 Juta Pelaku Usaha, Founder Toco Nilai Pemerintah Serius Benahi Ekosistem
"Sistem SAPA UMKM yang sudah kita bangun ini akan menjadi satu sistem untuk memberikan pelayanan terpadu bagi seluruh UMKM di tanah air. Saya mengapresiasi tinggi kementerian dan lembaga yang berdiri di garda terdepan mendorong percepatan integrasi ini," tegas Maman.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kementerian UMKM, Loto Srinaita Ginting, melaporkan bahwa rapat koordinasi ini mendapat respons sangat positif. Sebanyak 27 kementerian dan lembaga telah menyatakan komitmennya untuk mengintegrasikan fasilitas dan program layanan mereka ke dalam platform SAPA UMKM.
Loto menekankan pentingnya interkoneksi data dan layanan agar fasilitasi pemerintah—mulai dari legalitas, pembiayaan, pelatihan, hingga akses pasar—dapat menjangkau pelaku usaha secara merata hingga ke pelosok pedesaan.
"Harapannya, melalui sinergi ini UMKM kita bisa betul-betul naik kelas karena mereka mendapatkan dukungan 'paket lengkap'. Baik itu dukungan legalitas/sertifikasi, pembiayaan, hingga pemasaran, semua terakumulasi di platform SAPA UMKM," jelas Loto.
Pada agenda utama rakor tersebut, sebanyak 24 kementerian/lembaga menghadiri langsung penandatanganan komitmen bersama, sementara K/L lainnya menyusul melalui mekanisme sirkulasi dokumen komitmen.
Setelah koordinasi tingkat pusat bersama kementerian/lembaga, Kementerian UMKM berencana memperluas jangkauan integrasi ini ke Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh Indonesia. Langkah ini dinilai strategis mengingat basis utama pembinaan dan interaksi harian UMKM berada di tingkat daerah.

