Solusi Pengolahan Air Jadi Strategi 'Food Service' Jaga Standar Operasional
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kualitas air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga konsistensi operasional bisnis food service dan komersial di Indonesia, mulai cita rasa makanan dan minuman hingga kebersihan serta perlindungan peralatan. Kebutuhan tersebut mendorong penyedia teknologi pengolahan air untuk menawarkan solusi yang disesuaikan dengan kondisi air dan kebutuhan setiap lokasi.
Pertumbuhan jaringan restoran, hotel, kafe, serta berbagai bisnis komersial membuat kebutuhan terhadap sistem pengolahan air semakin beragam. Pelaku usaha tidak hanya membutuhkan air yang terlihat bersih, tetapi juga kualitas yang sesuai dengan fungsi penggunaannya dan standar operasional yang diterapkan.
Dalam praktiknya, kondisi air di setiap wilayah tidak selalu sama. Perbedaan karakteristik air dapat memengaruhi pilihan teknologi pengolahan. Untuk itu, pendekatan yang mengandalkan satu sistem standar untuk seluruh lokasi tidak selalu menjadi pilihan efisien. Penyedia solusi pengolahan air mulai mengedepankan pendekatan berbasis kebutuhan atau solution-led approach, yakni menentukan teknologi setelah menganalisis kondisi air dan kebutuhan penggunaan di lokasi.
Baca Juga
Nilai Ekspor Air Minum dari Indonesia Capai US$ 164,21 Juta di 2024, LPEI Optimistis Tren Berlanjut
Angel, perusahaan pemurnian air global yang telah berpengalaman hampir empat dekade dalam pengolahan air untuk kebutuhan rumah tangga, komersial, dan industri, menerapkan pendekatan yang dimulai dari analisis kualitas air dan kebutuhan aplikasi.
"Analisis tersebut menjadi dasar untuk menentukan teknologi filtrasi yang sesuai. Dengan cara ini, sistem pengolahan air tidak semata-mata ditentukan berdasarkan jenis produk, tetapi berdasarkan tantangan yang ditemukan di lapangan," kata Procurement Manager Angel, Irfan Hakim dikutip Rabu (12/8/2026).
Angel menawarkan sejumlah teknologi, antara lain microfiltration (MF), ultrafiltration (UF), serta reverse osmosis (RO). Ketiganya dapat digunakan sebagai sistem tunggal maupun dikombinasikan sesuai kebutuhan.
Pemilihan teknologi tersebut tetap bergantung pada kondisi air baku dan tujuan penggunaannya. Dengan pendekatan tersebut, pelaku usaha dapat menggunakan sistem yang sesuai kebutuhan tanpa harus memasang seluruh tahapan filtrasi dalam satu sistem yang kompleks.
Kebutuhan setiap lokasi dapat berbeda karena sejumlah faktor, seperti tingkat sedimentasi, kandungan klorin, risiko mikrobiologi, hingga sensitivitas peralatan yang digunakan dalam kegiatan operasional.
Salah satu tantangan dalam penerapan teknologi pengolahan air di bisnis komersial adalah kebutuhan untuk menyesuaikan sistem baru dengan infrastruktur yang telah tersedia. Di banyak jaringan restoran internasional, sistem pra-filtrasi dasar telah digunakan sebelum air masuk ke tahap pengolahan berikutnya. Pra-filtrasi berfungsi menyaring partikel awal dari air sebelum masuk ke sistem utama.
"Angel merancang solusi komersial yang dapat kompatibel dengan sistem pra filtrasi yang sudah digunakan. Dengan demikian, peningkatan kualitas air dapat dilakukan tanpa harus mengganti seluruh infrastruktur yang telah tersedia," kata dia.
Pengalaman di Gerai KFC Indonesia
Penerapan pendekatan berbasis kebutuhan tersebut terlihat dalam kolaborasi Angel dengan sejumlah gerai KFC di Indonesia. Kebutuhan pengolahan air pada masing-masing gerai tidak sepenuhnya sama sehingga sistem yang digunakan juga disesuaikan dengan hasil analisis kondisi air.
Pada sejumlah lokasi, Angel menggunakan sistem microfiltration C11 yang dipadukan dengan sterilisasi ultraviolet (UV). Kombinasi tersebut digunakan untuk membantu menjaga kualitas air dalam proses penyajian makanan dan minuman serta mengurangi risiko kontaminasi mikrobiologi. Pada lokasi lain dengan kondisi air baku yang dinilai sudah memadai, penggunaan sistem sterilisasi UV saja telah dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional.
Perbedaan penerapan tersebut menunjukkan bahwa sistem pengolahan air tidak selalu harus dibuat seragam untuk seluruh jaringan. Teknologi dapat disesuaikan berdasarkan kondisi sumber air dan kebutuhan aplikasi di masing-masing lokasi.
Solusi tersebut juga diterapkan tanpa mengubah sistem pra-filtrasi yang telah digunakan KFC. Pendekatan ini membantu menyederhanakan proses pemasangan sekaligus mengurangi kebutuhan penghentian kegiatan operasional selama proses implementasi.
Salah satu perwakilan operasional gerai yang terlibat dalam proyek tersebut mengatakan konsistensi kualitas air menjadi kebutuhan penting, terutama ketika restoran menghadapi volume aktivitas tinggi.
"Konsistensi kualitas air sangat penting bagi operasional kami sehari-hari, terutama saat jam-jam sibuk," ujar perwakilan operasional gerai tersebut.
Baca Juga
Menurut dia fleksibilitas solusi yang ditawarkan memudahkan menjaga standar operasional tanpa perlu mengubah sistem yang sudah ada.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam bisnis food service. Gangguan terhadap sistem air dapat berdampak pada kegiatan dapur dan penyajian, sehingga proses pemasangan teknologi juga perlu mempertimbangkan keberlangsungan operasional.
Dalam portofolio solusi komersialnya, Angel memiliki sistem microfiltration C Series atau C11 yang digunakan pada sejumlah aplikasi sektor food service. C11 menggunakan filter PP pleated berukuran 20 inci dan cartridge komposit berbahan serat karbon. Sistem tersebut dirancang untuk menyaring sedimen, mengurangi kandungan klorin, serta membantu menghilangkan bau dari air.

