Pembangunan Flyover Djuanda Capai 86%, Bisa Difungsikan Desember 2023
JAKARTA, investortrust.id –Pembangunan fisik proyek Flyover (FO) Djuanda, yang sebelumnya bernama FO Aloha di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timurtelah mencapai 86%. Pada pertengahan Desember 2023 nanti sudah selesai konstruksinya dan bisa fungsional.
“Saat ini progres fisiknya telah mencapai 86%. Terdapat deviasi 5,3% dari rencana sebesar 80,8%. Targetnya selesai pada April 2024, tetapi pada pertengahan Desember 2023 nanti sudah selesai konstruksinya dan bisa fungsional,” ungkap Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, Rakhman Taufik,dalam keterangan tertulis, Jumat (10/11/2023).
Dia menjelaskan, FO Djuanda dibangun dengan anggaran senilai Rp332,8 Miliar akan fungsional di Desember 2023.
FO Djuanda mulai dibangun sejak tanggal kontrak 1 November 2022 dengan masa pelaksanaan 540 hari kalender. Secara konstruksi, FO Djuanda memiliki dua struktur yaitu FO A dari Sidoarjo menuju Jalan Akses Bandara Internasional Juanda sepanjang 435 Meter dan FO B dari Akses Bandara Internasional Juanda menuju Surabaya sepanjang 423 Meter. Masing-masing FO dilengkapi ramp menuju Sidoarjo maupun Surabaya.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljonomenyatakan pembangunan FO Djuanda bertujuan untuk mengurai simpul kemacetan akibat pertemuan lalu lintas di simpang tiga Bangah-Aloha, sekaligus memperlancar arus lalu lintas di perlintasan sebidang rel kereta api yang berada di Jalan Akses Bandara Internasional Juanda.
“Pembangunan infrastruktur jembatan, flyover, dan underpass akan memperlancar konektivitas dan aksesibilitas lalu lintas, di samping memberikan alternatif bagi warga untuk meningkatkan produktivitas perekonomian. Khusus FO Juanda ini memberikan layanan ke Bandara Internasional Juanda,” jelas Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Jumat (10/11/2023).
Dalam pelaksanaan pembangunan FO Aloha, Menteri Basuki juga mengimbau terkait penambahan tanaman supaya lebih hijau dan asri. “Diperbanyak tanamannya supaya lebih rimbun. Ornamen artistiknya (patung) dan perkerasan untuk paving juga dikurangi. Karena disini kan cuacanya panas, jadi lebih baik ditambahkan tanaman yang rimbun,” pungkas Menteri Basuki. (CR-3)

