Ekspor CBU Naik 10,7% di Semester I-2026, Toyota Indonesia Bidik Pertumbuhan Tinggi
Poin Penting
|
BOGOR, investortrust.id – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menargetkan kinerja ekspor kendaraan utuh atau completely built up (CBU) pada 2026 mencapai jumlah yang setara atau bahkan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data, sepanjang Januari hingga Juni 2026, Toyota Indonesia telah mengekspor sebanyak 145.080 unit kendaraan utuh atau completely built-up (CBU). Jumlah tersebut meningkat sebesar 10,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya mengatakan, target perusahaan adalah mempertahankan tren pertumbuhan ekspor meski pencapaiannya akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi global dan permintaan pasar.
"Harapannya paling tidak sama atau lebih dari tahun lalu. Tidak ada perusahaan yang ingin targetnya turun, pasti ingin targetnya naik. Mudah-mudahan kita bisa mencapai target itu," ujar Nyoman saat ditemui usai acara Kick Off Toyota Eco Youth ke-14 di Sentul, Jawa Barat, Kamis (6/8/2026).
Meski demikian, Nandi menegaskan belum dapat menetapkan target pertumbuhan ekspor secara spesifik. Menurutnya, terdapat banyak faktor yang memengaruhi kinerja ekspor, mulai dari kondisi ekonomi global hingga dinamika permintaan konsumen di berbagai negara tujuan.
Baca Juga
"Jadi sekali lagi, kita tidak bisa dengan jelas mentargetkan karena tergantung situasinya macam-macam nih. Ada situasi global seperti sekarang ini, kemudian situasi customer. Jadi tentu banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut," ungkapnya.
Untuk mencapai target tersebut, Toyota mengandalkan strategi genchi genbutsu atau go and see yang di internal perusahaan dikenal sebagai Goyokiki, yakni mendekatkan diri kepada pelanggan untuk memahami kebutuhan, keinginan, dan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehingga dapat segera memberikan solusi.
"Goyokiki itu adalah kita datang ke customer, memahami apa yang dibutuhkan, apa yang diinginkan, dan apa yang menjadi masalah di customer. Kemudian kita selesaikan segera masalah tersebut, sehingga mereka lebih satisfied pada produk kita. Itu salah satunya," terang Nyoman.
