Konektivitas Kaltim tembus 95,5%, Kemenkomdigi Ubah Strategi Kejar 269 'Blankspot'
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) mengubah strategi pembangunan konektivitas nasional. Pendekatan tidak lagi hanya bertumpu pada BTS, tetapi juga memanfaatkan fiber optik, satelit, dan teknologi lain sesuai kondisi wilayah.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan wilayah blankspot. Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi salah satu fokus dengan capaian konektivitas 95,5%.
Meski capaian tinggi, masih terdapat 269 titik blankspot yang harus diselesaikan. Pemerintah menargetkan percepatan melalui strategi yang lebih adaptif.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria menyebut, setiap daerah memiliki tantangan berbeda. Karena itu, pendekatan teknologi harus lebih fleksibel.
“Kita coba petakan mana yang prioritas. Yang mungkin tidak bisa ditembus dengan BTS, mungkin lewat satelit atau moda jaringan telekomunikasi yang lain,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (5/8/2026).
Nezar menegaskan pemerintah tidak lagi memakai satu pola untuk semua wilayah. Strategi disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lapangan.
Baca Juga
Ia menyebut Kaltim sebagai salah satu provinsi dengan capaian konektivitas terbaik. Sebanyak 803 dari 841 desa di wilayah tersebut sudah terjangkau internet.
Namun, masih ada 269 titik blankspot yang perlu segera ditangani. Penyelesaiannya dilakukan melalui kolaborasi pemerintah pusat, daerah, BAKTI, dan operator.
“Dengan sinergi yang kita lakukan, kita bisa saling menguatkan dan mewujudkan beberapa titik yang memang dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Nezar.
Kepala Dinas Kominfo Kaltim Ririn Sari Dewi mengatakan pemerintah daerah juga menerapkan pendekatan serupa. Teknologi yang digunakan disesuaikan agar layanan internet lebih efektif.
Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat dalam percepatan program. Sinkronisasi data dan kebijakan menjadi faktor penting.
“Kuncinya sekarang kita kolaborasi. Kami mohon dukungan penuh untuk mempercepat pemerataan akses internet di desa,” ujarnya.

