Platform SYNERGY Pertamina Pangkas Waktu Pengurusan Izin 85%
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina (Persero) menuai pengakuan global berkat inovasi digitalnya. BUMN energi pelat merah itu berhasil meraih penghargaan Special Achievement in GIS (SAG) Award 2026 dari Esri Inc., perusahaan teknologi geospasial asal Amerika Serikat (AS), atas implementasi platform SYNERGY atau synchronize, energize, & digitalize, yang memangkas waktu pengurusan izin hingga 85%.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang Esri User Conference 2026 di San Diego, California, belum lama ini. Pengakuan ini menjadi bukti bahwa inovasi anak bangsa mampu bersaing dan diapresiasi di tingkat internasional, sekaligus menegaskan posisi Pertamina sebagai pelopor transformasi digital di sektor energi.
Baca Juga
Pertamina Bikin UMKM Naik Kelas, Jualan Sampai di Pesawat Pelita Air
Melalui platform bernama SYNERGY, perusahaan mengintegrasikan data perizinan, informasi spasial, dashboard monitoring real-time, serta kemampuan pencarian berbasis kecerdasan buatan dalam satu ekosistem digital terpadu. Sistem ini dirancang untuk mengatasi tantangan birokrasi perizinan yang selama ini kerap menjadi hambatan operasional di perusahaan skala besar.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono menyatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi pengakuan internasional atas pemanfaatan teknologi digital dan geospasial yang memberikan nilai nyata bagi bisnis perusahaan.
"Penghargaan Esri SAG Award 2026 merupakan pengakuan dunia atas keberhasilan Pertamina memanfaatkan teknologi geospasial dan kecerdasan buatan untuk menciptakan nilai nyata bagi bisnis. Transformasi yang kami lakukan tidak hanya meningkatkan kepatuhan dan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengambil keputusan strategis secara lebih cepat, akurat, dan berbasis data," ujar Agung dikutip Sabtu (25/7/2026).
Implementasi SYNERGY telah berdampak signifikan terhadap tata kelola perusahaan. Sepanjang 2026, sistem ini mengelola lebih dari 5.000 dokumen perizinan aktif serta 322 izin operasional kritikal dengan tingkat keberhasilan sertifikasi ulang mencapai 100% tanpa keterlambatan. Dari sisi finansial, Pertamina mencatat potensi efisiensi dan penghindaran biaya hingga US$ 25 juta. Angka itu menjadi bukti bahwa digitalisasi bukan sekadar proyek teknologi, melainkan instrumen strategis penciptaan nilai.
Selain menerima penghargaan, Pertamina juga membagikan pengalaman transformasi digital geospasialnya melalui presentasi berjudul "From Compliance to Intelligence: Pertamina's Geospatial Transformation Journey through SYNERGY, GeoAI, and SIMA Pro." Presentasi itu mengulas perjalanan perusahaan dalam mengembangkan kapabilitas geospasial, mulai dari digitalisasi perizinan melalui SYNERGY, pemanfaatan kecerdasan buatan melalui GeoAI, hingga pengelolaan aset korporat berbasis geospasial melalui SIMA Pro.
Baca Juga
Pertamina Percepat Ekosistem Hidrogen dari Sumatra hingga Papua
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menekankan bahwa inovasi berbasis AI merupakan bagian penting dalam proses bisnis perusahaan. Menurutnya, penghargaan ini menunjukkan daya saing inovasi digital Pertamina di tingkat global.
"Pengakuan dari Esri ini menjadi kebanggaan bagi Pertamina sekaligus Indonesia. Penghargaan ini menunjukkan bahwa inovasi karya anak bangsa mampu bersaing dan memperoleh apresiasi di tingkat global. Yang terpenting, transformasi digital geospasial yang kami lakukan menghasilkan manfaat nyata berupa peningkatan tata kelola, penguatan kepatuhan, efisiensi operasional, mitigasi risiko, serta penciptaan nilai bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan," kata Baron.
