Pertamina Andalkan IT Kertapati Jaga Pasokan BBM Sumatra Bagian Selatan
Poin Penting
|
PALEMBANG, Investortrust.id – PT Pertamina Patra Niaga, subholding komersial dan perdagangan PT Pertamina (Persero), mengandalkan Integrated Terminal (IT) Kertapati sebagai simpul logistik energi untuk menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Sumatra Bagian Selatan. Terminal ini mengintegrasikan distribusi melalui jalur Sungai Musi, jalan raya, dan kereta api sehingga mampu menjangkau wilayah perkotaan hingga pedalaman secara lebih efisien dan andal.
Keandalan sistem distribusi tersebut menjadi fokus management walkthrough (MWT) yang dilakukan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan pada Rabu (22/7/2026). Dalam kunjungan itu, Iriawan meninjau fasilitas penerimaan BBM, tangki penimbunan, fasilitas penyaluran, hingga sistem distribusi multimoda yang menjadi keunggulan IT Kertapati.
Baca Juga
Pertamina Jaga Pasokan Avtur untuk Dukung Transportasi Udara Sumsul
Menurut Iriawan, kondisi geografis Sumatra Selatan dan wilayah sekitarnya memerlukan sistem logistik energi yang adaptif agar pasokan BBM tetap tersedia bagi masyarakat maupun sektor industri.
"Keunggulan utama IT Kertapati terletak pada integrasi berbagai moda transportasi. Kombinasi jalur Sungai Musi, transportasi darat, dan kereta api menjadikan distribusi energi lebih fleksibel dan efisien, sehingga mampu menjangkau berbagai wilayah di Sumatra Bagian Selatan secara optimal," ujar Iriawan dikutip Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan distribusi harian menuju stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) masih didominasi mobil tangki. Namun, pemanfaatan rail tank wagon (RTW), yaitu gerbong kereta khusus pengangkut BBM, melalui kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero), semakin memperkuat penyaluran energi menuju terminal-terminal BBM di kawasan pedalaman.
"Distribusi menggunakan gerbong kereta minyak menuju terminal BBM pedalaman, seperti TBBM Lahat, merupakan solusi logistik yang efisien dan andal untuk menjawab tantangan geografis di daratan Sumatra. Integrasi berbagai moda transportasi ini menjadi kekuatan penting dalam memastikan pasokan BBM tetap terjaga bagi masyarakat," katanya.
Didukung Infrastruktur Terintegrasi
Selain meninjau infrastruktur, Iriawan juga memberikan apresiasi kepada seluruh pekerja yang menjaga operasional terminal dengan mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), yaitu standar keselamatan, keamanan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan.
"Setiap tetes BBM yang kalian salurkan dari fasilitas ini adalah energi yang menyalakan rumah warga, menggerakkan transportasi dan logistik, serta mendukung roda perekonomian hingga ke pelosok Sumatra. Tetaplah bekerja dengan integritas, menjaga kekompakan, dan selalu memberikan yang terbaik untuk Pertamina dan Indonesia," tegasnya.
Sebagai salah satu terminal strategis Pertamina Patra Niaga, IT Kertapati memiliki kapasitas penimbunan mencapai 52.561 kiloliter dengan throughput atau volume penyaluran rata-rata sekitar 7.444 kiloliter per hari.
Terminal tersebut menyalurkan berbagai jenis BBM, antara lain Pertalite, Biosolar B40, Solar B0, Pertamax, Pertadex, hingga Pertamax Turbo untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor usaha.
Keandalan operasional terminal didukung jaringan pipa Plaju–Kertapati sepanjang 12,57 kilometer, dua dermaga berkapasitas 1.100 deadweight ton (DWT) dan 500 DWT, empat filling point mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 2.200 liter per menit, serta satu filling point khusus Pertamax Turbo berkapasitas 1.100 liter per menit.
Baca Juga
P3DN Pertamina Sumbang Rp 772,9 Triliun ke PDB Nasional dan Serap 4,47 Juta Tenaga Kerja
Untuk mempercepat distribusi, IT Kertapati mengoperasikan 77 unit mobil tangki dengan total kapasitas angkut sekitar 1.480 kiloliter yang didukung oleh 389 Awak Mobil Tangki (AMT).
Dari terminal tersebut, BBM didistribusikan ke berbagai daerah di Sumatra Selatan, termasuk Palembang, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Lahat, Muara Enim, Prabumulih, hingga Sekayu.
