Kerja Sama Antam (ANTM)-Bank Muamalat Perluas Akses Investasi Emas Syariah
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam, perusahaan pertambangan milik negara dengan kode emiten ANTM, memperkuat ekosistem emas nasional melalui kerja sama strategis dengan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Kolaborasi yang diteken pekan lalu ini memperluas distribusi logam mulia Antam sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap investasi emas melalui pembiayaan berbasis prinsip syariah.
Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan Bank Muamalat dan Antam telah memiliki hubungan bisnis yang terjalin sejak lama. Kolaborasi terbaru tersebut akan memperluas distribusi emas, memperkuat rantai pasok nasional, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap investasi emas melalui skema pembiayaan syariah.
Baca Juga
"Bank Muamalat dan Antam sudah punya sejarah panjang dalam hal kemitraan bisnis yang strategis sebelumnya. Masing-masing perusahaan juga punya keunggulan yang dapat disinergikan. Oleh karena itu, kami optimistis inisiatif terbaru ini akan membawa benefit bagi kedua belah pihak serta mendorong investasi emas syariah di masyarakat dengan dukungan pasokan emas berkualitas dari Antam," ujar Ricky dikutip Selasa (14/7/2026).
Kemitraan tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh emas fisik logam mulia Antam melalui jaringan kantor cabang maupun kanal digital Bank Muamalat. Kedua perusahaan juga akan mengembangkan berbagai program pemasaran, edukasi, dan literasi investasi emas guna mendorong semakin banyak masyarakat memahami manfaat emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.
Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok emas nasional sekaligus mendukung pengembangan ekosistem emas yang lebih inklusif, aman, dan terpercaya. Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas kepemilikan emas di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap aset lindung nilai atau safe haven.
Ricky menjelaskan, bank syariah pertama di Indonesia tersebut terus memfasilitasi meningkatnya minat nasabah untuk memiliki emas batangan. Menurutnya, tren tersebut sejalan dengan meningkatnya literasi keuangan masyarakat yang membuat emas semakin dipandang sebagai instrumen investasi yang mampu menjaga nilai aset di tengah dinamika ekonomi global serta menjadi bagian penting dari perencanaan keuangan jangka panjang.
Pertumbuhan minat masyarakat itu juga tercermin pada kinerja produk Solusi Emas Hijrah milik Bank Muamalat. Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan emas mencapai Rp 1,9 triliun atau meningkat 537% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama, total booking emas nasabah telah melampaui 1,2 ton. Sekitar 54% dari total tersebut merupakan logam mulia Antam, yang menunjukkan tingginya kepercayaan nasabah terhadap produk emas perusahaan.
"Kami berharap pembiayaan emas Bank Muamalat dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam mewujudkan berbagai tujuan keuangan sesuai prinsip syariah, antara lain untuk pelunasan haji, dana pendidikan anak, hingga perencanaan masa depan keluarga," ungkap Ricky.
Direktur Komersial PT Aneka Tambang (Persero) Tbk Handi Sutanto mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen Antam untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk logam mulia melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
"Antam terus berupaya menghadirkan produk logam mulia berkualitas, terpercaya, dan semakin mudah diakses masyarakat melalui kemitraan strategis dengan berbagai institusi. Sinergi bersama Bank Muamalat diharapkan dapat memperluas distribusi logam mulia Antam, meningkatkan literasi investasi emas, serta mendukung pengembangan ekosistem emas nasional yang semakin inklusif dan berkelanjutan," ujar Handi.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini 9 Juli 2026 Stabil di Rp 2,641 Juta per Gram
Ia menambahkan bahwa kerja sama tersebut tidak hanya memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan, tetapi juga mendukung pertumbuhan industri emas nasional melalui perluasan akses masyarakat terhadap investasi emas yang aman dan bernilai jangka panjang.
"Kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem emas nasional dengan menghadirkan akses yang semakin luas bagi masyarakat terhadap produk logam mulia Antam. Kami meyakini sinergi ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan, tetapi juga mendukung pengembangan industri emas nasional dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap investasi emas sebagai instrumen yang aman dan bernilai jangka panjang," tutup Handi.
