Di Depan Dubes Negara Sahabat, Airlangga Tegaskan Rantai Pasok Baterai EV RI 'Paket Komplit'
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Pemerintah terus memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) nasional dengan membangun rantai pasok baterai yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Langkah ini diyakini akan meningkatkan nilai tambah industri sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia tidak cuma mengandalkan kekayaan sumber daya nikel, tetapi mulai membangun industri baterai secara menyeluruh. Rantai pasok tersebut mencakup produksi prekursor, katoda, hingga anoda yang diproses di dalam negeri.
“Kami juga mengembangkan ekosistem baterai EV yang terintegrasi, mulai dari prekursor nikel, katoda hingga anoda yang semuanya diproduksi di Indonesia,” kata Airlangga di depan puluhan duta besar negara sahabat di Kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (10/9/2026).
Menurut Airlangga, baterai yang diproduksi tersebut tidak hanya ditujukan untuk kendaraan listrik. Pemerintah juga menyiapkan pemanfaatannya sebagai sistem penyimpanan energi guna mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga surya di berbagai daerah.
Baca Juga
Gabung Pax Silica, Indonesia Siap Masuk Persaingan Global Industri AI
“Baterai ini juga akan digunakan untuk penyimpanan energi panel surya,” sambung Airlangga.
Sekadar informasi, pengembangan industri baterai menjadi bagian dari strategi pemerintah mempercepat transisi energi sekaligus mendorong hilirisasi mineral.
Dengan rantai pasok yang semakin lengkap, Indonesia diharapkan mampu menarik investasi baru di sektor manufaktur kendaraan listrik dan komponen pendukungnya.
Di sisi lain, pemerintah juga terus memperluas penggunaan energi bersih melalui program biodiesel B50 dan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt.
Menurut Airlangga, energi hijau akan menjadi fondasi bagi pengembangan industri masa depan, termasuk kendaraan listrik, kecerdasan buatan (AI), hingga industri baja hijau.
"Penguatan ekosistem EV merupakan bagian dari agenda transformasi ekonomi nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga produsen produk bernilai tambah tinggi," tutupnya.
