Tunggu Skema ESDM, Pertagas Siap Dukung Program Tabung CNG Pengganti LPG 3 Kg
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Gas (Pertagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN, sebagai subholding gas PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapan untuk mendukung program pemerintah dalam pengembangan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram (kg). Namun, keterlibatan perusahaan masih menunggu skema pelaksanaan yang akan ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Corporate Secretary Pertamina Gas Sulthani Adil Mangatur mengatakan program CNG saat ini masih berada pada tahap uji coba, khususnya terkait penggunaan tabung yang tengah dipilotkan oleh pemerintah.
Baca Juga
"Program ini merupakan dari ESDM. Sejauh ini, setahu kami masih tahap piloting untuk tabungnya. Pada prinsipnya, apabila kami diminta untuk ikut berperan, tentu kami siap mendukung sesuai kapasitas kami, misalnya dari sisi infrastruktur," ujar Sulthani kepada wartawan di SKG Tegalgede, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026).
Menurut dia, peran Pertagas nantinya akan bergantung pada konsep distribusi CNG yang dipilih pemerintah. Jika penyaluran dilakukan melalui stasiun kompresi atau memerlukan jaringan pengaliran gas menuju titik distribusi tertentu, Pertagas siap berkontribusi melalui infrastruktur yang dimiliki.
Kendati demikian, Sulthani menegaskan mekanisme bisnis maupun bentuk penugasan masih menunggu arahan dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM.
"Nah bicara nanti teknisnya seperti apa, mungkin kita harus lihat juga nanti dari Ditjen Migas sendiri, terkait dengan apakah ketetapannya atau juga mekanisme bisnis seperti apa, nanti kita lihat dari pemerintah seperti apa," katanya.
Baca Juga
PGN (PGAS) Perluas Jargas CNG Clustering di Yogyakarta, Ini Dampaknya
Dari sisi infrastruktur, Pertagas memastikan jaringan pipa gas nasional telah cukup memadai untuk mendukung pengembangan program tersebut. Saat ini, jaringan pipa utama (backbone) perusahaan telah menghubungkan wilayah Sumatra bagian tengah hingga Jawa bagian timur.
"Secara pipa, mostly kalau kita bicara untuk tadi disampaikan, dari Sumatra bagian tengah sampai ke Jawa Bagian Timur ya, kita sudah terhubung pipanya. Sebagai pipa backbone ya," jelas Sulthani.
Sebelumnya, Kementerian ESDM tengah menyiapkan program penggunaan tabung CNG sebagai alternatif LPG 3 kg. Pemerintah telah mendatangkan tabung prototipe untuk menjalani uji keselamatan di Lemigas sebelum implementasi dilakukan secara bertahap, dimulai di wilayah yang telah memiliki jaringan gas dan infrastruktur pendukung.
