Indonesia-Singapura Percepat Ekspor Listrik Hijau, Target 3,4 GW
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah Indonesia dan Singapura mempertegas komitmen bersama memperkuat dan mempercepat kerja sama perdagangan listrik lintas batas (cross-border electricity trade/CBET). Proyek komersial ini diharapkan mencapai kapasitas 3,4 gigawatt (GW) atau lebih pada 2035 mendatang.
Komitmen ini ditegaskan kembali oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong dalam pertemuan Singapore-Indonesia Leaders' Retreat.
Baca Juga
PLN Siapkan Tambahan Listrik 19,1 GW hingga 2030, PLTS dan BESS Jadi Andalan
Dalam kerja sama strategis ini, Pemerintah Indonesia resmi menunjuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) untuk memimpin proyek perdagangan listrik lintas batas antara kedua negara.
Langkah percepatan ini ditandai penandatanganan dua nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) oleh lengan investasi Danantara Indonesia, yaitu Danantara Investment Management (DIM). Kerja sama tersebut dilakukan bersama Keppel Electric dan Sembcorp Utilities (anak usaha Sembcorp Industries) untuk menjajaki potensi serapan impor listrik rendah karbon di Singapura. MoU ini sekaligus merefleksikan tingginya minat komersial dan permintaan pasar Singapura terhadap energi hijau.
Baca Juga
PLN Kejar Listrik Masuk 5.700 Desa, Target 735 Ribu Rumah Tangga Teraliri hingga 2029
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen penuh dalam menyelesaikan prioritas regulasi dan infrastruktur di dalam negeri agar proyek dapat berjalan sebelum akhir dekade. Rosan juga memastikan bahwa pasokan listrik untuk ekspor ini aman dan tidak mengganggu kebutuhan nasional.
"Melalui interkoneksi ini, Indonesia bersama Singapura bisi menerajui perwujudan ASEAN Power Grid, sekaligus membuktikan bahwa dekarbonisasi regional dan pertumbuhan ekonomi bernilai tinggi dapat berjalan beriringan,” jelas Rosan dikutip Senin (6/7/2026).
Selain itu, Danantara Indonesia juga menyepakati MoU dengan Singapore Energy Interconnections (SGEI). Kemitraan ini bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran informasi serta kolaborasi komersial dan teknis terkait pengembangan interkonektor lintas batas.
Menteri Perdagangan dan Industri Singapura yang membidangi Energi, Tan See Leng, bersama menyambut baik penandatanganan tersebut. Realisasi proyek komersial ini diharapkan mencapai kapasitas 3,4 gigawatt (GW) atau lebih pada 2035 mendatang. "Proyek ini akan mampu mengatalisasi investasi baru dan menciptakan lapangan kerja di sektor energi bersih Indonesia," kata dia
Untuk mendukung implementasi proyek, kedua negara sepakat menyusun kerangka regulasi, kebijakan, dan pemenuhan syarat investasi sesuai lini masa yang disepakati. Kedua pemerintah juga akan mengadopsi Kerangka Kerja Sertifikat Energi Terbarukan Lintas Batas (Cross-Border Renewable Energy Certificate Framework) berstandar internasional sebelum aliran listrik pertama dimulai.
Baca Juga
Seusai Bertemu PM Wong, Prabowo Tunjuk Danantara untuk Ekspor Listrik ke Singapura
Menteri Tan See Leng mengutarakan optimismenya bahwa sejumlah proyek ekspor listrik ini menunjukkan kemajuan yang positif. "Dengan kemauan politik kedua pemerintah, saya yakin proyek ini dapat melewati hambatan dan mulai beroperasi dalam dekade ini," ujar Tan.
Ia menambahkan bahwa proyek ini akan memperkuat ketahanan energi regional menuju perwujudan jaringan listrik ASEAN (ASEAN power grid).
