Kirgizstan Bangun Pusat Investasi Internasional, Target Tarik 4.000 Perusahaan hingga 2035
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Republik Kirgizstan, Sadyr Japarov resmi meluncurkan Tamchy Special Financial Investment Territory (SFIT), kawasan yurisdiksi keuangan internasional baru yang berlokasi di tepi Danau Issyk-Kul. Kawasan ini disiapkan sebagai pusat investasi global dengan menawarkan kepastian hukum, insentif pajak, dan regulasi berstandar internasional.
Peluncuran Tamchy SFIT ditandai dengan simbolisasi pengaktifan tombol berbentuk geotag oleh Presiden Japarov sebagai penanda kawasan tersebut resmi masuk dalam peta pusat keuangan global. Sejumlah perusahaan dari Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Hong Kong, Swiss, dan Kazakhstan menjadi penghuni perdana kawasan tersebut.
"Perubahan ekonomi global mendorong kebutuhan akan pusat-pusat bisnis baru yang mampu menghadirkan standar internasional, kebebasan berinovasi, serta kepastian bagi investasi jangka panjang. Tamchy SFIT merupakan proyek nasional sekaligus jawaban kami terhadap kebutuhan pelaku usaha global," ujar Japarov dalam keterangan resmi, Senin (6/7/2026).
Baca Juga
Perkuat Regulasi dan Kolaborasi Ekosistem Keuangan Digital, OJK Siapkan Roadmap IAKD Teranyar
Tamchy SFIT mengadopsi sistem English Common Law, didukung regulator keuangan independen, pusat penyelesaian sengketa internasional, serta sistem registrasi digital terpadu (single-window digital registrar). Kawasan ini juga menawarkan berbagai insentif, antara lain tarif pajak 0% untuk laba perusahaan, dividen, capital gain, dan PPN selama 49 tahun, kepemilikan asing hingga 100%, serta kebebasan repatriasi keuntungan.
Kawasan seluas sekitar 6.000 hektare tersebut telah memiliki pusat bisnis yang beroperasi penuh, sementara pembangunan kawasan hunian dan hotel masih berlangsung. Lokasinya juga berada di dekat Bandara Internasional Issyk-Kul untuk mendukung konektivitas investor global.
First Deputy Chairman of the Tamchy SFIT Management Council, Ali Ijaz Ahmad, mengatakan kawasan tersebut dirancang mengikuti standar pusat keuangan internasional dengan menawarkan yurisdiksi yang netral, independen, dan berorientasi pada investasi jangka panjang.
Baca Juga
Danantara Umumkan Seluruh BUMN sudah Laporkan Keuangan Tahun 2025
Menurutnya, posisi Tamchy SFIT yang berada di persimpangan lima negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU) menjadikannya strategis sebagai gerbang investasi di kawasan Eurasia.
Salah satu perusahaan yang menjadi penghuni pertama adalah Serim. CEO Serim, Seo Dong Hyun, menyatakan kepastian hukum dan kredibilitas regulasi menjadi pertimbangan utama dalam memutuskan berinvestasi di Tamchy SFIT.
Ia menilai pembangunan kawasan tersebut dalam waktu sekitar satu tahun menunjukkan komitmen kuat pemerintah Kirgizstan dalam menciptakan pusat keuangan internasional yang kompetitif.
Hingga 2035, Tamchy SFIT menargetkan mampu menarik sekitar 4.000 perusahaan untuk beroperasi di kawasan tersebut serta menciptakan lebih dari 10.000 lapangan kerja. Kontribusinya terhadap perekonomian Kirgizstan pada periode 2026-2035 diproyeksikan mencapai sekitar US$20 miliar.
