Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Baru Pertumbuhan, Ekspor Tembus US$ 31,94 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menegaskan, sektor ekonomi kreatif semakin strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat daya saing Asia Tenggara di tengah persaingan global yang semakin ketat.
PDB ekonomi kreatif tumbuh 6,86%, lebih tinggi 1,75 poin persentase dibanding pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, nilai ekspor ekonomi kreatif mencapai US$ 31,94 miliar.
Menurut Riefky, ekonomi dunia kini bergerak dari aset fisik menuju aset tidak berwujud yang ditopang kekayaan intelektual (intellectual property/IP), konten digital, dan teknologi. Untuk itu, ekonomi kreatif menjadi salah satu mesin baru pertumbuhan yang didorong pemerintah.
Baca Juga
Kemenekraf Usul Tambahan Anggaran Rp 1,73 Triliun ke DPR untuk Perkuat Ekonomi Kreatif 2027
“Indonesia menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional untuk mendorong lapangan kerja, kewirausahaan, inovasi, sekaligus diplomasi budaya,” kata Riefky dalam keterangan resmi, Kamis (18/6/2026).
Kinerja sektor ekonomi kreatif menunjukkan tren positif sepanjang 2025. PDB ekonomi kreatif tumbuh 6,86%, lebih tinggi 1,75 poin persentase dibanding pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, nilai ekspor ekonomi kreatif mencapai US$ 31,94 miliar. Realisasi investasi di sektor tersebut juga menembus Rp 183 triliun sepanjang tahun lalu.
Sektor ekonomi kreatif turut menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar. Hingga 2025, lebih dari 27 juta tenaga kerja bekerja di sektor ini dengan dominasi generasi muda produktif.
Riefky menilai kekayaan intelektual kini menjadi aset ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang. Untuk itu, pemerintah mendorong penguatan ekosistem pembiayaan berbasis IP melalui kolaborasi dengan perbankan, regulator, dan pengembangan valuator kekayaan intelektual.
“Bagi ekonomi kreatif, kekayaan intelektual merupakan aset ekonomi strategis yang mampu menghasilkan nilai jangka panjang, menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan memperkuat daya saing,” ujar politisi Partai Demokrat itu.
Di tingkat regional, Kementerian Ekraf (Kemenekraf) bekerja sama dengan World Intellectual Property Organization (WIPO) melalui Creative Economy Data Model (CEDM). Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat basis data ekonomi kreatif dan digital di kawasan ASEAN.
Baca Juga
Kemenekraf Siapkan 3 Program Unggulan untuk Dongkrak Ekonomi Kreatif 2027
Pemerintah juga menyiapkan berbagai kebijakan pendukung transformasi digital, termasuk penyusunan Etika AI dan Peta Jalan AI Nasional. Kebijakan itu diharapkan mampu memastikan pemanfaatan teknologi berjalan secara etis, inklusif, dan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.
Riefky optimistis kolaborasi regional akan mempercepat lahirnya ekosistem ekonomi kreatif yang terintegrasi dan kompetitif.
"Dengan memperkuat kerja sama regional, kemitraan lintas batas, serta dukungan bagi para pencipta dan inovator, kita dapat berkontribusi pada fondasi yang lebih luas untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang terhubung, terintegrasi, dan inovatif di seluruh Asia Tenggara," tutupnya.
