UI dan Infiniti Land Jalin Kerja Sama Riset untuk Pengembangan Perumahan Berkelanjutan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB-UI) menjalin kerja sama dengan PT Infiniti Triniti Jaya (Infiniti Land) dalam bidang penelitian dan pengembangan sektor perumahan guna mendukung pembangunan hunian yang berkelanjutan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Kampus UI Salemba, Jakarta, Rabu (17/6/2026). Kolaborasi ini mencakup kegiatan penelitian, pertukaran pengetahuan, serta pemanfaatan hasil kajian untuk mendukung inovasi di sektor perumahan.
Direktur Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI, Supriatna, mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara kajian akademik dan praktik pembangunan di lapangan.
Menurut dia, berbagai aspek pembangunan perumahan masih memerlukan penelitian lebih lanjut, mulai dari pemilihan lokasi hunian, pengembangan infrastruktur kawasan, penggunaan material ramah lingkungan, hingga tata ruang dan ketahanan bangunan terhadap bencana.
“Dari kerja sama ini diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi dan model pembangunan yang mendukung keberlanjutan program pembangunan perumahan, termasuk peningkatan kualitas bangunan dan lingkungan hunian,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga
Sumarecon (SMRA) Ungkap Strategi Redam Efek Pelemahan Rupiah pada Bisnis Properti
Dalam kerja sama tersebut, Infiniti Land juga membuka akses bagi mahasiswa pascasarjana untuk melakukan survei, observasi, dan pengumpulan data penelitian di proyek-proyek perumahan yang dikembangkan perusahaan.
Direktur Utama Infiniti Land, Samuel S. Huang, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kalangan akademisi dan pelaku industri dalam mencari solusi pembangunan perumahan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Ia menilai hasil penelitian yang dihasilkan nantinya dapat menjadi masukan bagi pengembang maupun pemerintah dalam meningkatkan kualitas pembangunan perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Baca Juga
PT Pos Properti Indonesia Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Terdampak Galodo di Agam
Kerja sama ini juga diharapkan dapat mendukung berbagai kajian terkait sektor perumahan yang saat ini masih menghadapi tantangan, termasuk tingginya kebutuhan hunian nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), backlog atau kekurangan rumah di Indonesia masih mencapai sekitar 9,9 juta unit.
Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak berharap dapat menghasilkan rekomendasi berbasis riset yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan kawasan perumahan yang lebih layak, terjangkau, dan berkelanjutan.

