KAI Buka Peluang Investor Garap Aset untuk Program 3 Juta Rumah hingga SPPG
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI membuka peluang bagi investor untuk menjajaki pemanfaatan aset perusahaan guna mendukung sejumlah program pemerintah, mulai dari Program 3 Juta Rumah, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Executive Vice President Sales PT KAI, Zuhril Alim menyatakan, peluang tersebut terbuka melalui platform Space by KAI yang memuat berbagai aset perusahaan berupa tanah, bangunan, maupun stasiun yang siap dikerjasamakan dengan mitra.
"Kalau 3 juta rumah untuk rakyat ini, kami tidak menutup kemungkinan, katakanlah ada yang memang berminat untuk melakukan pengembangan secara jangka panjang dengan kereta api dan melihat asetnya itu dari Space by KAI," kata Zuhril usai peluncuran Space by KAI di Hotel Raffles Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Menurut dia, aset yang telah dimasukkan ke dalam katalog digital Space by KAI dapat dijajaki oleh calon investor maupun mitra yang ingin mengembangkan proyek business-to-business (B2B) bersama KAI dalam jangka panjang.
Selain Program 3 Juta Rumah, Zuhril menyebut aset perusahaan juga berpeluang dimanfaatkan untuk mendukung program pemerintah lainnya, termasuk SPPG atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
"Tadi, dengan skemanya adalah skema kerja sama. Sepanjang skema kerja sama itu sangat memungkinkan. Termasuk tadi ada beberapa pertanyaan dari para peserta, 'Bagaimana dengan UMKM, apakah ada peluang?' Selalu ada peluang ketika syarat dan ketentuannya terpenuhi baik dari pihak KAI maupun dari pihak calon mitra, itu kemudian bisa menjadi suatu kerja sama yang saling menguntungkan," terang dia.
Baca Juga
Punya Lahan 327 Juta Meter Persegi, KAI "Buka Pintu" untuk Investor yang Cari Lokasi Bisnis
Terkait pemanfaatan aset untuk SPPG, Zuhril mengungkapkan sejumlah aset KAI telah lebih dulu dikerjasamakan untuk mendukung program tersebut.
"Ada beberapa lokasi yang memang sudah dijadikan, yang berkontrak atau bekerja sama dengan KAI dijadikan sebagai SPPG. Cuma kalau detail lokasinya di mana saja, kami harus mengecek kembali pada lokasinya. Tapi kami pikir ada beberapa aset kami yang memang dikerjasamakan untuk menjadi SPPG," ungkap dia.
Perseroan juga memastikan aset yang ditawarkan kepada investor melalui Space by KAI telah berstatus siap dikerjasamakan. Zuhril menegaskan aset yang masih memiliki permasalahan legal maupun belum berstatus clean and clear tidak dimasukkan ke dalam katalog.
"Jadi di dalam Space by KAI ini adalah betul-betul aset yang sudah bisa ready untuk dikerjasamakan. Aset-aset yang masih memiliki permasalahan misalnya belum clean and clear, itu tidak kami floor-kan terlebih dahulu," tutur Zuhril.
PT KAI baru saja meluncurkan platform digital Space by KAI sebagai sarana untuk mempertemukan pemilik aset KAI dengan calon mitra bisnis yang ingin memanfaatkan aset perusahaan. Melalui platform ini, KAI menampilkan berbagai aset yang dapat dikerjasamakan, mulai dari lahan, bangunan, ruang komersial, hingga area di stasiun yang tersebar di berbagai wilayah operasional perusahaan.
Space by KAI dilengkapi dengan fitur katalog digital yang memuat informasi aset secara terperinci, seperti lokasi, luas area, jenis aset, peruntukan, serta skema kerja sama yang ditawarkan.
Platform ini dirancang untuk memudahkan calon investor, pelaku usaha, maupun instansi pemerintah dalam mencari dan mengidentifikasi aset yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan usaha atau program tertentu. Informasi mengenai aset yang tersedia dapat diakses calon mitra secara daring melalui space.kai.id.
