Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Turun, Dolar AS dan Suku Bunga Jadi Sorotan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Selasa (9/6/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,733 juta atau turun Rp 10.000 dari Senin (8/6/2026) Rp 2,743 juta per gram setelah muncul harapan tercapainya gencatan senjata antara Israel dan Iran.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,527 juta atau turun Rp 13.000 dari sebelumnya Rp 2,540 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang naik pada perdagangan Senin (8/6/2006). Harga emas spot naik 0,33% menjadi US$ 4.343,03 per ons. Sebelumnya, logam mulia itu sempat menyentuh level terendah sejak 23 Maret di posisi US$ 4.268,39 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Agustus naik 0,05% menjadi US$ 4.367,30 per ons.
Baca Juga
Harga Emas Melemah 1% Saat Ketegangan Iran-AS Memanas, Investor Waspadai Suku Bunga
Pergerakan harga emas terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Israel dan Iran sama-sama berupaya mencapai gencatan senjata secepat mungkin. Ia juga menyebut negosiasi akhir terkait perdamaian sedang berlangsung.
Meski selama ini emas dikenal sebagai aset lindung nilai atau safe haven saat terjadi konflik geopolitik, prospek perdamaian justru mengurangi kebutuhan investor untuk mencari perlindungan. Selain itu, meredanya risiko gangguan pasokan energi berpotensi menurunkan tekanan inflasi global.
Kondisi tersebut juga dapat mengurangi kebutuhan bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lama. Bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil, lingkungan suku bunga tinggi biasanya menjadi faktor negatif karena meningkatkan daya tarik instrumen berbunga seperti obligasi.
Dolar dan Suku Bunga Penahan Kenaikan
Di sisi lain, kenaikan harga emas masih tertahan oleh penguatan dolar AS yang diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam hampir dua bulan terakhir. Penguatan mata uang AS itu terjadi setelah laporan ketenagakerjaan pekan lalu menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut mendorong pelaku pasar meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga pada akhir tahun.
Dolar yang lebih kuat membuat komoditas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Akibatnya, permintaan terhadap emas cenderung berkurang.
Berdasarkan alat FedWatch milik CME Group, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase pada Desember mencapai 43%. Angka itu meningkat tajam dibandingkan sekitar 14% sebulan sebelumnya.
Fokus investor kini beralih ke sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat. Pasar menantikan rilis indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI) untuk Mei pada Rabu (10/6/2026), disusul data indeks harga produsen atau Producer Price Index (PPI) pada Kamis. Data tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Bertahan di Rp 2,774 Juta, Investor Menunggu Data AS
Federal Open Market Committee (FOMC) merupakan komite pembuat kebijakan moneter Federal Reserve yang bertugas menentukan arah suku bunga acuan Amerika Serikat.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 1% menjadi US$ 68,52 per ons. Sebaliknya, platinum turun 1,3% menjadi US$ 1.752,87 per ons. Harga paladium juga melemah 1,3% menjadi US$ 1.209,29 per ons.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,416 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,733 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,406 juta
- Emas 3 gram: Rp 8,084 juta
- Emas 5 gram: Rp 13,440 juta
- Emas 10 gram: Rp 26,825 juta
- Emas 25 gram: Rp 66,937 juta
- Emas 50 gram: Rp 133,795 juta
- Emas 100 gram: Rp 267,512 juta
- Emas 250 gram: Rp 668,515 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,336,820 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,673,600 miliar.

