LRT Jabodebek Tambah Perjalanan Saat Jam Sibuk, Uji Coba Dimulai 8 Juni
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan mengoperasikan kereta luar biasa (KLB) untuk uji coba penambahan frekuensi perjalanan LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi hari kerja mulai 8 - 12 Juni 2026.
Penambahan perjalanan dilakukan pada dua relasi dengan masing-masing satu trainset. Pada relasi Jatimulya–Dukuh Atas BSI, perjalanan tambahan akan berangkat pukul 07.14 WIB, di antara jadwal reguler pukul 07.08 WIB dan 07.16 WIB. Sementara itu, pada relasi Harjamukti–Dukuh Atas BSI, perjalanan tambahan akan berangkat pukul 07.24 WIB, di antara jadwal reguler pukul 07.22 WIB dan 07.30 WIB.
Baca Juga
Uji Coba LRT Jakarta Fase 1B Dimulai, Progres Fisik Tembus 92,76%
“Uji coba penambahan frekuensi merupakan langkah adaptif KAI dalam menjawab kebutuhan mobilitas pengguna LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi. KAI melihat adanya peningkatan kepadatan pengguna LRT Jabodebek, terutama pada stasiun-stasiun keberangkatan utama menuju pusat aktivitas di Jakarta,” kata Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika dalam keterangan resmi, Jumat (5/6/2026).
Berdasarkan data operasional LRT Jabodebek, rata-rata volume pengguna pada hari kerja pukul 06.00-08.00 WIB tercatat mencapai 6.224 pengguna per hari di Stasiun Harjamukti. Kemudian, Stasiun Cikunir 1 melayani rata-rata 3.274 pengguna per hari, Stasiun Jatimulya sebanyak 2.786 pengguna per hari, dan Stasiun Jatibening Baru sebanyak 2.638 pengguna per hari.
Selain itu, Stasiun Cikoko yang terintegrasi dengan layanan KRL Commuter Line dan Transjakarta melayani rata-rata 3.432 pengguna LRT Jabodebek per hari pada periode jam sibuk pagi.
Baca Juga
Uji Coba LRT Jakarta Fase 1B Dimulai, Progres Fisik Tembus 92,76%
Radhitya menambahkan, selama masa uji coba, operasional LRT Jabodebek tetap berjalan normal dengan optimalisasi pola perjalanan pada slot waktu yang memiliki kebutuhan mobilitas lebih tinggi. “Langkah ini diharapkan dapat mendukung distribusi pengguna menjadi lebih merata serta mengurangi kepadatan antrean di stasiun maupun rangkaian kereta,” ujar dia.
Dikatakan Radhitya, pihaknya akan terus melakukan evaluasi terhadap pola perjalanan pengguna LRT Jabodebek untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat perkotaan.

