PLN Kuasai 73% Kapasitas Listrik Nasional, Pembangkit Fosil Masih Dominasi 85%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT PLN (Persero) masih memegang peran dominan sebagai tulang punggung sistem ketenagalistrikan nasional. Hingga April 2026, sebanyak 73% dari total kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional berada dalam wilayah usaha PLN, baik yang dikelola langsung PLN maupun melalui skema kerja sama dengan produsen listrik swasta atau independent power producer (IPP).
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno mengungkapkan total kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional saat ini telah mencapai 108 gigawatt (GW).
“Dari 108 GW, sebanyak 79,05 GW atau sekitar 73% berada dalam wilayah usaha PLN yang dikelola baik oleh PLN sendiri maupun IPP,” ujar Tri dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Kamis (5/6/2026).
Baca Juga
Sementara itu, sekitar 27% kapasitas pembangkit lainnya dikelola oleh badan usaha milik negara (BUMN) dan swasta di luar sistem PLN melalui skema izin usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan sendiri (IUPTLS), private power utility (PPU), maupun wilayah usaha ketenagalistrikan lainnya.
Menurut Tri, dominasi porsi pembangkit yang berada di bawah sistem PLN tersebut menunjukkan posisi strategis perusahaan pelat merah itu dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional. “Porsi 73% ini mengindikasikan peran sentral PLN sebagai tulang punggung dalam sistem ketenagalistrikan Indonesia,” katanya.
Berdasarkan rinciannya, dari total 79,05 GW kapasitas yang berada dalam wilayah usaha PLN, pembangkit milik PLN dan grup menyumbang 48,79 GW atau sekitar 45% dari total kapasitas nasional. Sementara itu, pembangkit yang dioperasikan oleh IPP mencapai 29,27 GW atau sekitar 27%.
Adapun pembangkit dengan skema sewa berkontribusi sekitar 1%, sedangkan kapasitas pembangkit IUPTLS yang terhubung dengan sistem PLN tercatat sebesar 0,14 GW.
Meski pemerintah terus mendorong transisi energi, komposisi pembangkit listrik nasional saat ini masih didominasi energi fosil. Dari total kapasitas terpasang 108 GW, sekitar 91,58 GW atau 85% masih berasal dari pembangkit berbasis bahan bakar fosil.
Baca Juga
PLN Siapkan Listrik 1,2 GW Dukung Ekspansi Data Center AI di Indonesia
Dari porsi energi fosil tersebut, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 56% dari total kapasitas nasional. Selanjutnya disusul pembangkit berbahan bakar gas sebesar 23% dan pembangkit berbahan bakar minyak (BBM) sebesar 6%.
Sementara itu, kapasitas pembangkit berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) mencapai sekitar 16,26 GW atau setara 15% dari total kapasitas terpasang nasional.

