Grab Bantah Isu Hengkang dari Indonesia, Klaim Ciptakan 4,6 Juta Peluang Kerja
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Grab membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai rencana penghentian operasional atau hengkang dari Indonesia. Perusahaan menegaskan tetap berkomitmen memperkuat ekonomi digital nasional.
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan, informasi tersebut tidak benar. Menurutnya, Indonesia tetap menjadi salah satu pasar strategis bagi Grab di kawasan Asia Tenggara.
“Grab senantiasa menghormati arahan dan kebijakan Pemerintah Indonesia serta berkomitmen untuk terus berjalan selaras dengan agenda nasional dalam memperkuat ekonomi digital kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Neneng dalam keterangan resmi, Kamis (4/6/2026).
Neneng mengatakan Grab telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari satu dekade. Selama periode tersebut, perusahaan menjadi bagian dari aktivitas harian jutaan masyarakat.
Kontribusi Grab tercermin dari pangsa sekitar 50% di industri ride-hailing dan layanan pengantaran online. Selain itu, perusahaan mengklaim telah membantu menciptakan sekitar 4,6 juta peluang kerja melalui digitalisasi UMKM.
Perusahaan juga menjalankan program Grab untuk Indonesia dengan nilai lebih dari Rp 100 miliar. Program tersebut ditujukan untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas mitra pengemudi.
Menurut Neneng, Grab akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, mitra, dan berbagai pemangku kepentingan. Langkah ini dilakukan untuk memperluas manfaat ekonomi digital bagi masyarakat.
“Bagi Grab, Indonesia bukan sekadar ekosistem, melainkan rumah tempat kami tumbuh bersama masyarakat,” kata Neneng.

