Kebutuhan Susu MBG Capai 4,8 Miliar Kemasan, Industri Baru Mampu Penuhi Separuhnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat kebutuhan susu untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 mencapai 4,8 miliar kemasan, sementara kapasitas industri saat ini baru mampu memenuhi sekitar separuhnya.
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Merrijantij Punguan Pintari menjelaskan, kapasitas industri pengolahan susu nasional untuk kemasan berukuran 115 mililiter dan 125 mililiter (ml) saat ini baru mencapai 2,39 miliar kemasan per tahun.
“Program MBG tahun 2026 ini kebutuhan susu sebesar 4,8 miliar kemasan. Sedangkan kapasitas industri pengolahan susu nasional untuk kemasan 115 dan 125 mililiter baru 2,39 miliar kemasan atau sekitar 49,7% dari kebutuhan MBG secara keseluruhan,” ujar Merrijantij di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Menurut dia, sejumlah perusahaan telah berinvestasi untuk meningkatkan kapasitas produksi sejak 2024. Namun tambahan kapasitas tersebut masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan susu yang terus meningkat pada program MBG.
Baca Juga
BGN Akui Kewalahan Penuhi Kebutuhan Susu untuk MBG, Minta Warga Ternak Sapi
Merrijantij tidak menjelaskan lebih rinci mengenai perusahaan mana saja yang telah melakukan ekspansi demi bisa mendukung program utama pemerintah tersebut.
"Jadi memang sudah ada inisiatif dari perusahaan-perusahaan untuk memenuhi program yang sudah dicanangkan oleh Bapak Presiden. Dan memang kami menyadari tiga perusahaan yang meningkatkan kapasitas ini belum sepenuhnya bisa mendukung program MBG," terangnya.
Lebih lanjut, untuk mengatasi persoalan tersebut, Kemenperin mendorong koperasi dan pelaku usaha susu untuk membangun fasilitas pengolahan dan pengemasan melalui program restrukturisasi industri. Pemerintah menyediakan fasilitas penggantian biaya investasi (reimbursement) hingga 35% untuk mendukung peningkatan kapasitas tersebut.
"Dan ini juga bisa dilakukan dengan program kemitraan. Jadi kami sangat berharap industri pengolahan susu ini bisa bermitra dengan koperasi-koperasi dan memberikan pendampingan kepada koperasi-koperasi yang ingin melakukan pengolahan untuk pemenuhan susu MBG ini," papar Merrijantij.

