PLN Siapkan Listrik 1,2 GW Dukung Ekspansi Data Center AI di Indonesia
Dukung Industri Data Center, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT PLN (Persero) menjalin kerja sama strategis dengan PT Starone Mitra Telekomunikasi atau BDx Data Centers untuk mengembangkan infrastruktur kelistrikan berkapasitas total 1,2 gigawatt (GW) guna mendukung kawasan pusat data berbasis kecerdasan buatan artificial intelligence (AI) dan layanan digital di Indonesia. Kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi infrastruktur digital nasional sekaligus menjamin ketersediaan energi bagi industri yang berkembang pesat.
Kerja sama itu mencakup penyediaan pasokan listrik sebesar 788 megavolt ampere (MVA) untuk fasilitas CGK4 di Jatiluhur, Jawa Barat pada tahap awal. Setelah itu, PLN akan memperkuat kapasitas kelistrikan sebesar 60 MVA untuk fasilitas CGK3A di Jakarta Selatan serta mengembangkan jaringan tegangan tinggi sebesar 385 MVA untuk fasilitas CGK5 di kawasan industri Suryacipta, Jawa Barat.
Baca Juga
'Blackout' Sumatera Lumpuhkan Ekonomi, Wakil Ketua MPR: Ini Alarm buat PLN!
CEO BDx Indonesia Agus Hartono Wijaya menyampaikan apresiasi kepada PLN yang dinilai berhasil menjaga keandalan pasokan listrik bagi operasional pusat data perusahaan.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN yang selama ini telah menjadi mitra strategis dalam mendukung keandalan operasional fasilitas data center milik BDx Indonesia,” ujar Agus saat penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik (PJBL) di kantor pusat PLN, Jakarta, dikutip Selasa (2/6/2026).
Menurut Agus, keandalan sistem kelistrikan dan kesiapan infrastruktur yang dimiliki PLN memberikan kepastian bagi perusahaan dalam memperluas kapasitas pusat data secara berkelanjutan di Indonesia. “Melalui kolaborasi ini, kami dapat membangun infrastruktur tangguh dan siap mendukung kebutuhan AI, sekaligus memenuhi permintaan jangka panjang dari perusahaan hyperscaler dan beban kerja digital berdaulat,” tambahnya.
Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto mengatakan kebutuhan energi untuk industri pusat data akan terus meningkat seiring percepatan transformasi digital dan perkembangan teknologi AI.
“Pertumbuhan industri data center di Indonesia, khususnya berbasis AI, membutuhkan dukungan listrik tidak hanya besar secara kapasitas, tetapi andal dan stabil. Kami memahami bahwa kepastian energi adalah jantung dari infrastruktur digital ini,” kata Adi.
Ia menjelaskan penyaluran listrik untuk fasilitas CGK4 akan dilakukan secara bertahap dalam tiga fase. Pada tahap pertama, kapasitas yang disalurkan mencapai 2 x 150 MVA. Pada tahap kedua meningkat menjadi 2 x 265 MVA dan pada tahap ketiga mencapai kapasitas akhir sebesar 2 x 380 MVA.
Untuk menjaga keandalan pasokan listrik, PLN juga membangun gardu induk (HI) 150 kilovolt di Jatiluhur yang akan menjadi sumber utama pasokan energi bagi kawasan pusat data tersebut. “PLN juga telah menyiapkan dua line bay khusus pada Gardu Induk tersebut untuk melayani kebutuhan kelistrikan Site CGK4 secara optimal,” ujar Adi.
Baca Juga
Dirut PLN Pimpin Upaya Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan Sumatra
Adi menilai kerja sama antara PLN dan BDx Indonesia memiliki nilai strategis yang lebih besar dibanding sekadar penyediaan energi. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi di sektor teknologi tinggi.
Selain memasok listrik untuk fasilitas CGK4 di Jatiluhur, PLN juga dipercaya untuk mengamankan kebutuhan daya bagi fasilitas CGK3A di Cilandak, Jakarta Selatan serta CGK5 di kawasan industri Suryacipta.

