Menpar: Indonesia Bukan Hanya Bali, Investasi Pariwisata Harus Lebih Merata
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mendorong pemerataan investasi pariwisata agar tidak hanya terpusat di Bali, tetapi juga menjangkau berbagai destinasi potensial di seluruh Indonesia.
Dalam Investor Roundtable 2026 yang berlangsung di Piasan Nusa Dua Restaurant, Bali, Jumat (29/5/2026), Widiyanti mengungkapkan Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara, dengan hampir 7 juta kunjungan terkonsentrasi di Bali.
Menurut Widiyanti, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia sebagai destinasi wisata sekaligus tujuan investasi.
Baca Juga
Menpar Dorong Wisata Gastronomi Jadi Motor Baru Pariwisata Indonesia
“Angka ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia sebagai destinasi pariwisata sekaligus tujuan investasi, dan Bali tetap menjadi jantung pertumbuhan pariwisata nasional,” kata Widiyanti, Sabtu (30/5/2026).
Meski demikian, tingginya konsentrasi investasi di kawasan Bali seperti Canggu, Seminyak, Uluwatu, dan Ubud menunjukkan perlunya strategi pemerataan investasi agar manfaat ekonomi sektor pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh daerah-daerah lain.
“Indonesia bukan hanya Bali. Kita memiliki banyak destinasi unggulan dengan potensi pariwisata dan investasi yang sangat besar, yang masih menunggu untuk dikembangkan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga
Kemenpar Genjot Investasi Pariwisata Rp 63,5 Triliun pada 2026
Sebagai langkah konkret, Kementerian Pariwisata memprioritaskan pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan Destinasi Pariwisata Regeneratif sebagai pusat pertumbuhan baru. Program tersebut diharapkan dapat memperluas distribusi manfaat ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah.
Langkah itu juga sejalan dengan tren pariwisata global yang semakin menekankan prinsip keberlanjutan, wellness tourism, serta pengalaman wisata yang autentik dan bermakna.
Karena itu, Widiyanti mengajak investor untuk melihat peluang investasi yang semakin terbuka di berbagai destinasi unggulan Indonesia di luar Bali guna membangun industri pariwisata yang lebih seimbang, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca Juga
Dorong Pariwisata, Pemerintah Buka Kembali Penerbangan Internasional ke Pulau Belitung
Melalui Investor Roundtable 2026, Kementerian Pariwisata juga menyerap masukan dari investor, pemerintah daerah, asosiasi, dan pelaku usaha pariwisata terkait tantangan di lapangan serta dukungan yang dibutuhkan untuk memperkuat iklim investasi sektor pariwisata.
Masukan tersebut akan menjadi bagian dari perumusan kebijakan investasi pariwisata yang lebih hijau, inklusif, kompetitif, dan merata di masa mendatang.
Selain itu, Kementerian Pariwisata tengah menyiapkan sistem verifikasi berbasis Application Programming Interface (API) untuk memastikan seluruh akomodasi yang dipasarkan melalui platform digital telah mengantongi Perizinan Berusaha. Langkah ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola ekosistem usaha pariwisata sektor akomodasi, terutama di Bali.

