PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) Gelar Deep Sea Study
JAKARTA, Investortrust.id - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) bekerja sama dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) menggelar studi perairan laut dalam (deep sea study).
Selain melakukan pengukuran aspek oseanografis, studi ini salah satunya juga dimaksudkan untuk memetakan zona eufotik produktif perairan perairan Selatan Sumbawa.
Baca Juga
Eksekusi MSOP Amman Mineral (AMMN), Sejumlah Direktur Ini Raup Gain Rp 530,20 Miliar
Muhammad Fadli, salah satu peneliti PT AMNT, mengatakan bahwa sebelumnya PT AMNT telah melaksanakan DSS di Perairan Selatan Sumbawa bersama P2O-LIPI Jakarta pada tahun 2003, 2009, 2013 dan 2018 menggunakan Kapal Riset Baruna Jaya VIII.
“Pada tahun ini, PT AMNT melaksanakan Studi Laut Dalam (Deep Sea Study 2023) melalui kerja sama dengan menggunakan Kapal Latih/Riset KM Madidihang,” terang Fadli dilansir laman KKP, Kamis (16/11/2023).
Adapun ruang lingkup kajian studi laut dalam yang akan dilakukan di antaranya, mengkaji kualitas air laut terhadap baku mutu yang ditetapkan pemerintah, mengkaji hasil pemetaan tapak endapan tailing, pemetaan kondisi oseonografi di Selatan Sumbawa, pemetaan zona eufotik produktif perairan, serta kajian lainnya yang mencakup studi laut dalam.
Baca Juga
Tiga Direktur Amman Mineral (AMMN) Ini Untung Ratusan Miliar, Ternyata Gara-gara Ini
Studi laut dalam akan dilaksanakan dalam program pemantauan yang baku/terstandarisasi, terdokumentasi, dan terstruktur yang memungkinkan kajian kondisi lingkungan yang dapat dipertahankan secara ilmiah.
Studi yang dilakukan akan mempertimbangkan variasi kondisi paparan, lereng, ngarai dan dasar laut dalam, serta fungsi dan relasi yang mungkin ada antara parameter fisik, kimia dan biologi. Kajian kondisi lingkungan yang terdampak dan lingkungan sekitar perlu dilakukan dan dibandingkan dengan baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia ataupun baku mutu internasional.

