ATSI: Hampir 1 Juta Orang Sudah Registrasi SIM Biometrik di Masa Uji Coba
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menyebut hampir 1 juta orang yang sudah melakukan registrasi biometrik. Angka itu merupakan akumulasi pendaftaran selama masa uji coba lima bulan terakhir.
Wakil Ketua ATSI, Reski Damayanti mengatakan, registrasi biometrik dilakukan secara bertahap oleh seluruh operator seluler. Rata-rata pengguna yang melakukan verifikasi biometrik mencapai 220 ribu hingga 300 ribu pelanggan per bulan.
“Kalau seluruh operator dari sejak lima bulan itu, yang sudah melakukan biometrik sampai Mei ini hampir sekitar 950 ribu hingga 1 juta pelanggan dari semua operator,” ujar Reski di Jakarta, Jumat (29/5/2026).
Baca Juga
Kemenkomdigi Pastikan Registrasi SIM Biometrik Tak Bebani Pelanggan
Menurutnya, implementasi registrasi biometrik terus berjalan seiring persiapan penerapan nasional mulai 1 Juli 2026. Operator seluler juga terus memperkuat sistem dan infrastruktur layanan registrasi.
“Karena per bulan itu sekitar 220-300 ribu yang melakukan verifikasi biometrik. Jadi sekitar antara 950 ribu hingga satu juta range-nya,” sambung Reski.
ATSI pun menegaskan bahwa seluruh operator sudah siap melaksanakan aturan tersebut. "Iya, semua operator sudah punya biometrik di seluruh channel registrasinya ya. Baik itu di gerai ataupun di channel registrasi di website," tutupnya.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) memastikan registrasi SIM baru berbasis biometrik wajah baru akan berlaku penuh per 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menekan penyalahgunaan identitas dan meningkatkan keamanan transaksi digital masyarakat.

