Pertamina NRE Gandeng Petani Tebu Percepat Bioetanol Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mempercepat pengembangan bioetanol nasional dengan menggandeng petani tebu guna memperkuat swasembada energi Indonesia. Upaya tersebut disampaikan Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dalam Rapat Kerja Nasional Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) pada Senin (25/5/2026).
Bioetanol memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor bahan bakar. Ketersediaan feedstock atau bahan baku menjadi faktor utama, dengan molases atau tetes tebu saat ini menjadi salah satu komponen penting dalam produksi bioetanol.
Baca Juga
Indonesia Wajib Impor Bioetanol dari AS, Mandatori E10 Jalan pada 2030
John mengatakan hubungan antara industri dan petani tebu harus terus diperkuat karena menjadi fondasi utama pengembangan bahan baku bioetanol nasional.
“Hubungan dengan petani tebu harus terus dijaga karena dari situlah kita mengembangkan feedstock bioetanol. Tantangannya adalah bagaimana menghadirkan bahan bakar nabati yang terjangkau, tetapi tetap memberikan nilai ekonomi yang baik bagi petani,” ujar John Anis dikutip Kamis (28/5/2026).
Ia menjelaskan pengembangan bioetanol di Indonesia masih menghadapi tantangan dari sisi keekonomian serta kepastian pasar. Untuk itu, diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk membangun ekosistem bioetanol yang berkelanjutan dari sektor hulu hingga hilir.
Menurut John, keterlibatan pemerintah, industri, dan petani menjadi faktor penting agar pengembangan bioetanol dapat berjalan optimal dan mampu mendukung target kedaulatan energi nasional.
Di sisi lain, Kementerian Koordinator Bidang Pangan turut mendorong penguatan tata kelola sektor hulu guna meningkatkan produktivitas tebu nasional sehingga pasokan molases menjadi lebih kompetitif.
Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Perkebunan dan Hortikultura Kemenko Bidang Pangan Radian Bagiono mengatakan pemerintah akan memperbaiki tata kelola pupuk dan pengairan untuk mendukung peningkatan produksi tebu nasional.
“Pemerintah akan membantu melalui perbaikan tata kelola pupuk hingga penguatan sektor pengairan agar produksi tebu dapat meningkat. Namun, kami juga membutuhkan dukungan dari asosiasi dan para petani agar program ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Radian.
Sementara itu, Ketua Umum APTRI H. Soemitro Samadikoen menyambut positif rencana implementasi mandatory blending bioetanol. Kebijakan pencampuran bioetanol dalam bahan bakar tersebut dinilai dapat membuka peluang pasar baru bagi petani tebu nasional.
“Program mandatory ini tentu menjadi hal yang positif bagi petani. Yang penting bagaimana mekanisme harga bisa diterima dan memberikan kepastian bagi petani tebu,” ujar Soemitro.
Selain memperkuat pasokan bahan baku, Pertamina NRE juga terus mendorong terciptanya mekanisme harga yang seimbang bagi seluruh pihak, baik petani maupun konsumen bioetanol. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama pemerintah guna membangun ekosistem industri bioetanol yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga
Kolaborasi Pertamina-Medco-PTPN Percepat Bioetanol, Target E20 2028 kian Dekat
John menegaskan pengembangan bioetanol membutuhkan dukungan kuat dari seluruh pemangku kepentingan agar dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan energi nasional.
“Diperlukan kolaborasi serta dukungan yang kuat antara pemerintah, industri, petani, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan bioetanol dapat berjalan optimal. Dengan dukungan yang tepat, bioetanol dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional,” tutup John.

