Sampoerna Retail Community Perkuat Pemberdayaan UMKM dan Dorong Kesejahteraan Pengusaha Toko Kelontong
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sampoerna Retail Community (SRC) mendorong para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya pemilik toko kelontong dalam memastikan para pengusahanya memiliki kualitas hidup yang baik.
Sebagai wujud kepedulian tersebut, pada pekan lalu SRC menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diikuti sekitar 500 pemilik Toko SRC di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Indah Kurnia, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, serta Direktur PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) Romulus Sutanto.
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Ivan Cahyadi, menyampaikan HUT ke-18 menjadi momentum perayaan sekaligus menegaskan komitmen SRC dalam mendampingi dan memperkuat UMKM di Indonesia. Sepanjang perjalanannya, SRC bersama pengusaha UMKM, mendorong pengembangan kapasitas untuk naik kelas dan berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi nasional.
”Dimulai dari 57 toko di tahun 2008, kini SRC telah tumbuh dengan memiliki lebih dari 250 ribu toko, yang didukung oleh lebih dari 6.300 mitra, serta terhubung melalui 10 ribu paguyuban di seluruh Indonesia. Melalui perjalanan selama 18 tahun ini, SRC menunjukkan dampak yang berkelanjutan lahir dari inisiatif yang konsisten dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Ivan dalam siaran pers, Kamis (28/5/2026).
Baca Juga
SAPA UMKM Resmi Meluncur, ICT Institute Tegaskan Jangan Sekadar Jadi Layanan Administratif
SRC yang berawal dari pendampingan sederhana bagi toko kelontong terus berkembang hingga menjadi gerakan retail tradisional terbesar di Indonesia. Pertumbuhan SRC didorong oleh pendekatan yang menyeluruh, mulai dari penguatan keterampilan bisnis, manajemen usaha, serta pemanfaatan teknologi digital melalui ekosistem AYO by SRC, yang memungkinkan pengusaha UMKM beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen di era digital.
Berdasarkan hasil Riset Kompas Gramedia (KG) Media 2026, total omzet ekosistem SRC saat ini mencapai sebesar Rp251 triliun per tahun, atau setara 9,5 persen Produk Domestik Bruto (PDB) retail nasional tahun 2025, naik Rp15 triliun dibandingkan kontribusi Rp236 triliun per tahun pada 2023.
Sejalan dengan hal tersebut, omzet toko meningkat 42 persen setelah bergabung dengan SRC. Bahkan di tengah dinamika ekonomi saat ini, toko konsisten menunjukkan pertumbuhan positif melalui pendampingan berkelanjutan dari SRC, dengan kenaikan omzet hingga 27,5 persen dalam tiga tahun terakhir.
Pertumbuhan ini juga didukung oleh transformasi digital yang semakin kuat, dengan 98,8 persen toko SRC telah terdigitalisasi, dan 46 persen toko SRC berhasil memperluas lini usaha, mulai dari produk digital hingga layanan pembayaran.
Di tingkat komunitas, toko SRC juga berperan sebagai saluran distribusi bagi produk UMKM sekitar toko melalui inisiatif Pojok Lokal. Program ini turut menunjukkan dampak yang signifikan, dengan pertumbuhan omzet mencapai 128 persen, dari Rp5,65 triliun per tahun pada 2023 menjadi Rp12,9 triliun per tahun pada 2026, sehingga makin memperkuat peran SRC dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Baca Juga
Folago (IRSX) Gandeng 150+ Artis, Luncurkan Ekosistem Iklan Digital untuk UMKM
Ivan menambahkan, UMKM yang tangguh lahir dari pengusaha yang produktif, adaptif, dan sejahtera. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar berbagai manfaat dari program pemerintah, termasuk Cek Kesehatan Gratis dapat dirasakan lebih luas dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

