Mendag Budi: Toko Kelontong dan Ritel Modern Saling Menguntungkan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menegaskan, para pedagang toko kelontong dan ritel modern memiliki hubungan yang saling menguntungkan, bukan sebaliknya. Sebab, keduanya bisa bersinergi.
Mendag mengakui, awalnya masyarakat khawatir kehadiran ritel modern bakal menggerus dan mematikan toko-toko kelontong. Soalnya, toko kelontong atau peritel tradisional dinilai bakal kalah bersaing.
Baca Juga
Soal Aturan Larang Jual Rokok Eceran, 60% Toko Kelontong Terancam Bangkrut
"Dulu, di awal-awal kemunculan ritel modern, toko kelontong tradisional dianggap akan mati," kata Mendag saat membuka agenda UMKM Gathering Indogrosir se-Jabodetabek, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (10/11/2024).
Namun, menurut Budi Santoso, kini telah terjalin kemitraan antara pedagang toko kelontong dan pelaku ritel modern. Melalui kemitraan tersebut, ada hubungan yang saling mendukung dan menguntungkan antara pedagang toko kelontong dan ritel modern.
"Pemerintah mempunyai komitmen yang tinggi untuk memberikan atau menghubungkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan pengusaha besar," ujar dia.
Baca Juga
Hubungan saling menguntungkan antara pedagang toko kelontong dan pelaku ritel modern, kata Mendag, merupakan hal yang positif bagi ekosistem UMKM di Indonesia. Sektor UMKM berkontribusi sekitar 61% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia dan menyerap 97% tenaga kerja dari total tenaga kerja di Tanah Air.
"Bapak-Ibu semua, antara ritel modern dan toko kelontong harus bekerja sama. Tentu kerja sama yang saling menghubungkan. Kalau jalur marketing dan jalur distribusi ritel tumbuh, UMKM produsen juga akan tumbuh, sehingga produsen atau industri dalam negeri tumbuh," tandas dia.

