Emas Antam (ANTM) Ambles ke Rp 2,754 Juta, The Fed Jadi Sorotan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Kamis (28/5/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,754 juta atau turun Rp 31.000 dari Rabu (27/5/2026) Rp 2,786 juta per gram di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi global dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,557 juta atau turun Rp 37.000 dari sebelumnya Rp 2,594 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia jatuh ke level terendah dalam hampir dua bulan pada Rabu (28/5/2026). Harga emas spot turun 1,3% menjadi US$ 4.450,09 per ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 30 Maret 2026 pada awal perdagangan. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turun 1,2% menjadi US$ 4.448,90 per ons.
Pasar sebelumnya berharap ketegangan geopolitik di Timur Tengah akan memperkuat permintaan aset safe haven, seperti emas. Namun, lonjakan harga minyak akibat ancaman gangguan pasokan energi global justru memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi dan mendorong prediksi kenaikan suku bunga oleh bank sentral dunia.
Baca Juga
Harga Emas Ambles 1%, Pasar Khawatir The Fed Kerek Suku Bunga
Harga emas batangan tertekan sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari 2026. Ancaman penutupan efektif Selat Hormuz mendorong harga minyak mentah Brent melonjak sekitar 31%, yang kemudian memicu tekanan inflasi di berbagai negara.
Kondisi itu membuat pasar memperkirakan bank sentral, termasuk Federal Reserve AS, akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Bahkan, investor mulai melihat peluang kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve sebesar 25 basis poin pada akhir tahun ini.
Bagi emas, situasi tersebut menjadi sentimen negatif. Meski dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, emas tidak memberikan imbal hasil sehingga cenderung kalah menarik ketika suku bunga meningkat.
Di tengah tekanan pasar, Iran dilaporkan telah menerima draf awal kerangka kerja tidak resmi untuk nota kesepahaman dengan AS. Dalam proposal tersebut, Teheran disebut akan memulihkan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz ke tingkat sebelum perang dalam waktu satu bulan. Sebagai imbalannya, AS disebut akan menarik pasukan militer dan mencabut blokade angkatan laut.
Laporan televisi Pemerintah Iran itu sempat membantu harga emas memangkas sebagian kerugian pada perdagangan intraday. Namun, pasar masih menilai risiko inflasi energi belum mereda sepenuhnya.
Baca Juga
BSI (BRIS) Dorong Warga Pindahkan Emas dari Bawah Bantal ke Ekosistem Bullion, Potensi hingga 1.800 Ton
Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari mengatakan bank sentral AS masih harus fokus mengendalikan risiko inflasi yang terlihat meningkat. Meski demikian, ia menilai masih terlalu dini untuk memastikan kapan Federal Reserve akan mengubah arah kebijakan suku bunga.
Pelaku pasar kini menanti sejumlah data ekonomi AS yang akan dirilis akhir pekan ini, termasuk Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi atau Personal Consumption Expenditures Index April 2026 pada Kamis (29/5/2026). Data tersebut menjadi salah satu indikator inflasi favorit Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan moneter berikutnya.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,427 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,754 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,448 juta
- Emas 3 gram: Rp 8,147 juta
- Emas 5 gram: Rp 13,545 juta
- Emas 10 gram: Rp 27,035 juta
- Emas 25 gram: Rp 67,462 juta
- Emas 50 gram: Rp 134,845 juta
- Emas 100 gram: Rp 269,612 juta
- Emas 250 gram: Rp 673,765 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,347,320 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,694,600 miliar.

