BUMN Karya Bakal Dilibatkan Garap Rusun Subsidi Meikarta
Poin Penting
|
CIKARANG, investortrust.id - Wakil Kepala II Badan Pengelola (BP) BUMN, Tedi Bharata mengungkap kemungkinan keterlibatan BUMN Karya dalam pembangunan proyek rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Hal itu disampaikannya saat mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam peninjauan proyek tersebut pada Selasa (26/5/2026).
“Kemungkinan BUMN Karya yang terlibat dalam hal ini,” kata Tedi di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Tedi juga menyampaikan, proyek tersebut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto karena menjadi salah satu proyek hunian vertikal untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan kapasitas mencapai 141.000 unit.
“Tentunya ini menjadi perhatian dari Bapak Presiden dan tentunya akan kita rencanakan dengan baik, tata kelola yang baik, dan juga bekerja sama dengan mitra yang baik juga. Harapannya ini akan memberikan manfaat untuk masyarakat khususnya untuk yang berpenghasilan rendah,” ujar Tedi.
Ketika ditanya mengenai skema pendanaan proyek, Tedi mengatakan pihaknya masih membahas struktur pembiayaan proyek tersebut. “Kita lagi bahas untuk terkait dengan structuring (finansial) ini,” katanya.
Baca Juga
Rusun Subsidi Meikarta Ditargetkan Akad September 2026, Diminati ASN Bekasi
Sementara itu, Maruarar mengatakan, proses hibah dari pihak Lippo Group kepada negara tengah diproses agar proyek dapat berjalan sesuai jadwal. Ia menyebut target akad atau penjualan unit kepada masyarakat tetap dimulai pada September 2026.
“Saya hari ini bersama Pak Tedi. Jadi semua tata kelola harus dilakukan dengan baik, proses hibah (lahan) dari Lippo, dari Pak Mochtar dan Pak James, kepada negara dilakukan dengan benar sesuai aturan, tapi juga cepat supaya kita bisa berjalan dengan cepat,” kata pria yang akrab disapa Ara itu.
“Tadi malam saya sudah sampaikan, ‘Kapan rakyat sudah bisa melakukan akad atau penjualan?’ Rencananya masih tetap on schedule di September 2026,” sambung dia.
Adapun Chairman Lippo Group James Riady menyatakan, program rusun subsidi tersebut memerlukan dukungan dari seluruh sistem perbankan, termasuk kemungkinan keterlibatan bank-bank BUMN maupun non-BUMN dalam penyaluran kredit pemilikan apartemen (KPA) subsidi. “Saya kira memerlukan seluruh sistem perbankan ya, untuk bisa menunjang program seperti ini,” tandas dia.
Terkait progres pembangunan rusun subsidi tahap pertama seluas 11 hektare, James memaparkan, pekerjaan tiang pancang (test pile) telah mencapai 1.836 titik dari total 8.602 titik. Proses tersebut ditargetkan selesai pada Juli 2026 dan dilanjutkan pembangunan struktur ke atas (upper structure) pada Agustus 2026.
“Dari piling itu kan sudah masuk 1.836 dari 8.602 (tiang pancang). Ini (pemasangan tiang pancang) selesai bulan Juli, dan Agustus mulai naik,” jelas dia.

