James Riady Sebut Meikarta Bisa Jadi Shenzhen-nya Indonesia
Poin Penting
|
CIKARANG, investortrust.id — Chairman of Lippo Group, James Riady menyebut proyek kawasan Meikarta berpotensi menjadi titik balik keajaiban perekonomian Indonesia atau “Indonesia Economic Miracle” seperti pembangunan koridor Shenzhen-Guangzhou di China pada era Deng Xiaoping.
James mengatakan, pembangunan kawasan megapolitan Jakarta-Bandung sepanjang sekitar 130 kilometer (km) dinilai memiliki karakteristik serupa dengan koridor ekonomi Shenzhen-Hong Kong yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi China.
“Pada 1987 yang namanya The China (Economic) Miracle itu dimulai oleh Deng Xiaoping di satu kampung nelayan di Shenzhen, dan dia membangun koridor Guangzhou ke Hong Kong 130 km yang menjadi contoh pembangunan seluruh RRC (Republik Rakyat China). Kalau kita lihat seperti itu, (Meikarta) ini titiknya yang sama untuk Indonesia. Jadi Megapolis Jakarta ke Bandung 130 km melewati ini pusatnya,” ujar James di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga
Menteri Ara Ungkap Peran Seskab Teddy dalam Proyek Rusun Subsidi Meikarta
Menurut James, kawasan tersebut akan dihuni sekitar 80 juta penduduk dalam 30-40 tahun mendatang dan didukung investasi infrastruktur besar yang telah dibangun pemerintah.
Ia menyebut infrastruktur di kawasan tersebut, meliputi jalan tol Jakarta-Cikampek (Japek), elevatedtollroad, light rail transit (LRT), kereta cepat alias Whoosh, hingga pembangunan Jalan Tol Japek II Selatan.
“Nah, di sini pemerintah telah menginvestasikan infrastruktur yang terbesar di seluruh Asia Tenggara. Kita bisa melihat tol, elevatedtoll, lightrail, fasttrain dan lagi dibangun paralleltoll di selatan ini,” ucap James.
James menambahkan, sekitar 50% industri nasional berada di koridor tersebut. Di kawasan Cikarang sendiri terdapat sekitar 1.600 pabrik yang menjadi pusat aktivitas tenaga kerja. “Di Cikarang saja ada 1.600 pabrik. Nah jadi ini ribuan pabrik ini merupakan tempat pekerja,” ujar dia.
Menurutnya, proyek hunian vertikal, seperti rusun subsidi Meikarta dibutuhkan agar pekerja dapat tinggal dekat dengan kawasan industri dan memangkas waktu perjalanan menuju tempat kerja. “Kalau naik motor itu mungkin 5-10 menit sudah sampai dia di tempat kerja,” tutur James.
Ia menyebut proyek Meikarta berpotensi memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional selama masa konstruksi berlangsung. “Perhitungannya proyek di Meikarta ini bisa meningkatkan kira-kira 0,4% sampai 0,8% dari GDP (gross domestic product) kita, di dalam masa pembangunan,” papar James.
Pada kesempatan lain, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Wakil Kepala II Badan Pengaturan (BP) BUMN Tedi Bharata meninjau progres pembangunan rusun subsidi Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Selasa (26/5/2026) pukul 10.00 WIB.
Maruarar mengatakan, proses akad dan serah terima unit rusun subsidi ditargetkan mulai berjalan pada September 2026. “Rencananya masih tetap onschedule di September (2026),” ujar Ara, sapaan akrab Maruarar, di kawasan Meikarta.
Sementara itu, Tedi Bharata menyatakan, proyek rusun subsidi Meikarta menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto karena menjadi salah satu proyek hunian vertikal untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan kapasitas mencapai 141.000 unit. “Harapannya ini akan memberikan manfaat untuk masyarakat, khususnya untuk yang berpenghasilan rendah,” imbuh dia.
Baca Juga
Menteri Ara dan Rosan Bakal Cek Progres Rusun Subsidi Meikarta Besok
Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyebut proses perizinan persetujuan bangunan gedung (PBG) dan sertifikat laik fungsi (SLF) proyek tersebut masih dalam proses di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi.
Rusun subsidi di kawasan Meikarta diperkirakan menelan investasi hingga Rp 39 triliun di luar nilai tanah. Pengembang menawarkan tiga tipe unit, yakni satu kamar tidur untuk tipe 25 dan 27, dua kamar tidur tipe 35 dan 37, serta tiga kamar tidur tipe 45.
Tak hanya itu, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menyebut pembangunan rusun subsidi di kawasan Meikarta sebagai proyek teladan bagi program 3 juta rumah Presiden Prabowo Subianto.

