Pertamina Gandeng PGN (PGAS) dan Pupuk Indonesia Kembangkan CCS untuk Amonia Rendah Karbon
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), dan PT Pupuk Indonesia (Persero) menandatangani joint study agreement (JSA) untuk pengembangan teknologi carbon capture and storage (CCS) guna mendukung produksi amonia rendah karbon di Indonesia.
Penandatanganan kerja sama berlangsung dalam rangkaian Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di ICE BSD, Tangerang, pekan lalu.
Baca Juga
Lampaui Target Efisiensi, PHE Kantongi Penghematan Rp 11,1 Triliun
Penandatanganan dilakukan oleh Senior Vice President Technology Innovation & Implementation Pertamina Hana Timoti, Direktur Investasi dan Pengembangan Bisnis PHE Dannif Utojo Danusaputro, PTH Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Hery Murahmanta, serta Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia Jamsaton Nababan. Prosesi tersebut turut disaksikan oleh VP Business Support SKK Migas Firera, Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza, dan Direktur Utama PHE Awang Lazuardi.
Direktur Investasi dan Pengembangan Bisnis PHE Dannif Utojo Danusaputro mengatakan kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem CCS terintegrasi di Indonesia.
“Kerja sama lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama dalam menghadirkan solusi dekarbonisasi yang nyata untuk industri strategis nasional. Sinergi ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan CCS yang lebih luas sekaligus mendukung target net zero emission Indonesia,” ujar Dannif dikutip Selasa (26/5/2026).
Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis antarperusahaan nasional dalam membangun rantai nilai dekarbonisasi industri melalui integrasi emisi karbon dioksida atau CO₂ dari pabrik amonia milik Pupuk Indonesia dan afiliasinya. Emisi CO₂ tersebut nantinya akan diangkut dan diinjeksi ke wilayah kerja Pertamina yang memiliki potensi penyimpanan karbon. Skema ini menjadi bagian dari pengembangan CCS, teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon yang digunakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor industri dan energi.
Melalui studi bersama ini, para pihak akan mengeksplorasi potensi kerja sama pengembangan CCS untuk mendukung produksi amonia rendah karbon sejalan dengan target transisi energi dan pengurangan emisi industri nasional.
Ruang lingkup studi mencakup pengembangan produksi amonia rendah karbon pada fasilitas eksisting milik Pupuk Indonesia dan afiliasinya. CO₂ berlebih dari fasilitas tersebut akan dikaji untuk disalurkan ke lokasi penyimpanan potensial di sekitar Jawa Barat dan Jawa Timur.
Baca Juga
PHE Gandeng ExxonMobil dan SK Group Kembangkan CCS RI-Korsel, Potensi Investasi US$ 600 Juta
Senior Vice President Technology Innovation & Implementation Pertamina Hana Timoti mengatakan pengembangan CCS untuk amonia rendah karbon menjadi salah satu strategi memperluas penerapan teknologi rendah karbon di sektor industri nasional.
“Studi bersama ini merupakan wujud sinergi antarentitas dalam Pertamina Group dan mitra strategis nasional untuk mengembangkan rantai nilai karbon yang terintegrasi. Melalui pemanfaatan teknologi CCS, kami berharap dapat mendukung pengembangan produk rendah karbon seperti amonia, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional dalam menghadapi transisi energi global,” kata Hana.

