Bagikan

Menteri PU Akui Pemulihan Pascabencana Aceh Tertinggal, Jembatan dan Irigasi Jadi Sorotan

Poin Penting

Menteri PU mengakui pemulihan pascabencana Aceh masih tertinggal dibanding wilayah lain.
Kerusakan sungai, jembatan, dan irigasi menjadi tantangan utama percepatan pemulihan Aceh.
Pemerintah fokus memulihkan sawah dan infrastruktur pangan demi target swasembada 2026.

JAKARTA, investortrust.id — Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengakui proses pemulihan pascabencana di Aceh masih tertinggal dibandingkan wilayah lain. Kondisi geografis dan tingkat kerusakan yang masif menjadi faktor utama lambatnya penanganan, terutama pada infrastruktur jembatan dan irigasi.

Dody menyatakan, secara umum progres pemulihan bencana dalam 6 bulan terakhir berjalan baik. Namun, Aceh menjadi wilayah yang paling menantang karena kerusakan sungai dan wilayah hulu sangat parah.

Baca Juga

Lapor ke DPR, Menkes: Layanan Kesehatan Aceh-Sumut Sudah Kembali Normal

“Yang agak tertinggal menurut saya pribadi itu Aceh. Karena Aceh itu sangat besar dan sangat masif,” kata Dody kepada wartawan di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).

Menurut Dody, banyak sungai di Aceh mengalami pelebaran hingga lima sampai 10 kali lipat akibat bencana. Kondisi tersebut membuat desain jembatan harus diubah sebelum pembangunan permanen dilakukan. “Yang belum tertangani maksimal itu jembatan. Karena rata-rata sungainya melebar dan mendangkal,” ujar Dody.

Ia menyebutkan, material kayu dan batu dari kawasan hulu juga masih menjadi ancaman saat hujan turun. Oleh karenanya, Kementerian PU memutuskan membangun sabo dam meski masih dalam masa tanggap darurat guna mencegah kerusakan lebih besar di wilayah hilir.

PT PLN (Persero) terus mempercepat pemulihan kelistrikan di Provinsi Aceh. Dok PLN

Selain jembatan, Dody menyebut pemulihan sektor irigasi menjadi pekerjaan yang paling tertinggal. Pemerintah masih memastikan kondisi sawah terdampak, termasuk mengecek apakah lahan masih dapat digunakan atau harus dipindahkan akibat tertimbun lumpur. “Kalau area sawah harus dipindahkan, ya terpaksa kita bikin area irigasi yang baru,” terang Dody.

Dody menyampaikan, pemerintah saat ini fokus mempercepat pemulihan sawah dan irigasi di Aceh untuk mendukung target swasembada pangan 2026 yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto.

Kementerian PU juga bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk memastikan pemulihan infrastruktur pertanian berjalan maksimal. Selain itu, pemerintah mulai mengaktifkan kembali program padat karya untuk membersihkan lumpur di kawasan permukiman terdampak bencana.

Baca Juga

Prabowo Akan Malam Takbiran di Sumut dan Salat Idulfitri di Aceh

Melalui program tersebut, warga dilibatkan langsung membersihkan rumah mereka dan mendapatkan upah sesuai ketentuan yang ditetapkan bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Terakhir, Dody mengaku dirinya akan kembali meninjau Aceh dan Sumatra dalam waktu dekat guna memastikan percepatan program pemulihan berjalan sesuai target.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024