Lahan Rusun Subsidi di Jakarta- Tangerang Siap 'Groundbreaking' Tahun Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) menyebut, pihaknya telah mendapatkan dukungan lahan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di sejumlah daerah, mulai dari Jakarta hingga Tangerang.
Dia menyebutkan, pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat bersama Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid dan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo.
“Saya tadi malam sama Pak Nusron, dua minggu lalu juga kita rapat ya dengan Ketua Satgas Pak Hashim, kita sudah mendapatkan dukungan dari Pak Nusron, lahan-lahan termasuk di Jakarta yang cocok untuk rumah susun subsidi,” kata Ara saat ditemui di The Tower, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).
“Contoh di Kelapa Gading (Jakarta Utara) itu ada yang bagus. Contoh di Kabupaten Tangerang ada juga yang bagus,” sambungnya.
Maruarar berharap lahan-lahan yang telah disiapkan tersebut dapat segera masuk tahap groundbreaking tahun ini, termasuk dengan dukungan pembiayaan dari perbankan.
“Saya berharap lokasi-lokasi tanah yang sudah disiapkan Pak Nusron, itu bisa juga 1-2 groundbreaking dari BSI lah tahun ini,” ujarnya.
Dikatakan Ara, proyek pembangunan rusun subsidi tersebut dapat terealisasi di sejumlah wilayah padat penduduk, seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatra Utara.
Sekadar catatan, pemerintah tengah menyiapkan pembangunan rusun subsidi di sejumlah lokasi baru setelah proyek serupa direncanakan di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Lokasi baru antara lain disiapkan di Kota Depok (Jawa Barat) dan Matraman (Jakarta Timur).
Ketua Satgas Perumahan dan Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo menyatakan, pemerintah melalui Kementerian PKP telah mengidentifikasi lahan seluas 45 hektare (ha) di Depok yang berpotensi dikembangkan menjadi hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Tadi kita sudah dengar di Depok bakal alokasi 45 ha, saya dengar tadi 170 ribu unit apartemen nanti di Kota Depok,” kata Hashim pada acara groundbreaking rusun subsidi Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Minggu (8/3/2026).
Selain di Kota Depok, menurut Hashim, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) memperoleh alokasi lahan di kawasan Berlan, Matraman, Jakarta Timur. “Saya sudah dengar juga Kementerian Pertahanan alokasi 41 hektare di Jakarta. Di daerah Berlan (Matraman, Jakarta Timur),” ujar dia.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan pembangunan hunian vertikal bagi MBR di lahan seluas 45 ha di Kota Depok yang merupakan milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Menteri yang akrab disapa Ara itu menjelaskan, Kementerian PKP telah melakukan survei selama sekitar satu bulan bersama Kementerian Komdigi untuk memastikan kesiapan lahan tersebut.
“Kemudian saya lapor kepada Pak Hashim langsung. Saya sudah survei, tim saya sudah bekerja sebulan ini dengan Komdigi untuk memastikan anak buahnya Pak Prabowo, Meutya Hafid, sudah menghubungi saya bulan lalu dan sudah kita cek,” ucap Ara.
Ara menambahkan, kapasitas pembangunan di lahan seluas 45 ha itu sangat besar. Sebagai perbandingan, pembangunan hunian vertikal di kawasan Meikarta seluas 30 ha diproyeksikan mampu menyediakan sekitar 140.000 unit.
“Kalau di sini (Meikarta) 30 hektare sudah 140 ribu unit. Untuk satu lokasi seluas 45 ha sudah bisa atasi backlog di Kota Depok sebanyak 170 ribu unit. Izinnya harus cepat, kita mau groundbreaking Juni. Pada Juni (2026), kita akan groundbreaking di Depok,” ungkap Ara.

