Gandeng Arm, Danantara Targetkan Cetak 15.000 Ahli Desain Chip di Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) resmi memulai langkah strategis untuk memosisikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam industri semikonduktor global. Bekerja sama dengan raksasa teknologi Arm dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Danantara meluncurkan program pelatihan desain ‘chip’ berskala nasional.
Inisiatif ini menargetkan pengembangan kapasitas hingga 15.000 talenta lokal di bidang desain semikonduktor melalui ekosistem Arm. Program ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian strategis yang ditandatangani di London pada Februari 2026, yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit P. Santosa, menegaskan penguasaan teknologi semikonduktor adalah fondasi utama bagi kemakmuran masa depan Indonesia. Melalui kemitraan ini, Indonesia berupaya bertransformasi dari ekonomi berbasis sumber daya menjadi ekonomi berbasis inovasi.
"Semikonduktor adalah fondasi industri masa depan kita dan landasan bagi kemakmuran Indonesia ke depan," ujar Sigit di Menara Mandiri, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Pada tahap awal, sebanyak 1.000 peserta yang terdiri dari insinyur berpengalaman, lulusan baru, dan mahasiswa akan mengikuti pelatihan intensif mengenai dasar-dasar desain ‘chip’ menggunakan kurikulum standar global milik Arm.
Pelatihan tatap muka yang berlangsung pada 20-22 Mei 2026 ini akan dilanjutkan dengan pembelajaran daring mandiri selama tiga bulan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan optimisme bahwa para peserta pelatihan ini akan menjadi pemimpin masa depan di industri semikonduktor nasional.
Airlangga menekankan pentingnya komitmen jangka panjang dalam riset dan pengembangan (R&D) serta integrasi ke dalam rantai pasok global.
“Dengan 1.000 talenta yang mengikuti kursus ini hari ini, kita melihat masa depan Indonesia cerah, dan kami yakin bahwa mereka yang dilatih oleh Arm akan menjadi pemimpin Indonesia berikutnya di industri semikonduktor,” ungkap Airlangga.
Dirjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menyebut program ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat jalur talenta dari perguruan tinggi ke industri teknologi.
“Melalui keterlibatan mahasiswa, lulusan baru, dosen, peneliti, dan profesional teknis, pelatihan ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi pengembangan kompetensi desain chip, riset terapan, serta keterhubungan yang lebih kuat antara kampus, industri, dan kebutuhan teknologi nasional,” jelas Fauzan.
Industri semikonduktor global saat ini bernilai lebih dari USD 600 miliar. Dengan mengadopsi platform komputasi Arm yang hemat energi dan berkinerja tinggi, Indonesia berharap dapat merancang dan memproduksi semikonduktor secara lokal sesuai kebutuhan regional.
Selain desain ‘chip’, kolaborasi ini juga mencakup pengembangan kemampuan kecerdasan buatan (AI) secara mandiri. Gelombang pelatihan selanjutnya direncanakan akan dilaksanakan secara bertahap di berbagai wilayah di Indonesia guna memastikan distribusi transfer pengetahuan yang merata di seluruh negeri.

