Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Produksi Migas MedcoEnergi Naik 18% pada Kuartal I
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menegaskan perannya dalam memperkuat ketahanan energi nasional dengan peningkatan produksi migas hingga 18%, pengembangan proyek gas strategis, ekspansi ketenagalistrikan, dan pertumbuhan energi terbarukan.
Senior VP Business Support MedcoEnergi Iwan Prajogi menyampaikan bahwa perseroan berada pada posisi yang kuat untuk terus berkontribusi pada kebutuhan energi Indonesia.
MedcoEnergi membukukan produksi migas sebesar 170 mboepd pada kuartal pertama 2026, meningkat 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini memperkuat posisi MEDC dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi untuk menopang pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga
Dorong Inklusi, Lebih 20% Pimpinan MedcoEnergi (MEDC) Adalah Perempuan
“Produksi migas pada kuartal pertama 2026 meningkat signifikan dibandingkan total produksi 156 mboepd pada 2025. Semua proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal,” ujar Iwan dalam acara IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, keberlanjutan pasokan energi membutuhkan eksekusi proyek yang disiplin, portofolio seimbang, serta kemitraan kuat antara pelaku industri, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Lima dekade kemitraan energi Indonesia menjadi fondasi penting untuk melangkah ke era pertumbuhan berikutnya. MedcoEnergi berkomitmen mengambil peran melalui pengembangan proyek terukur, andal, dan mendukung ketahanan energi nasional,” ucap Iwan.
Iwan menerangkan, di Sumatra Selatan, pengembangan gas terus berlanjut. Corridor PSC atau production sharing contrac berproduksi penuh di bawah kepemilikan 70%, sementara Sakakemang PSC bergerak menuju final investment decision (FID) pada kuartal ketiga 2026 dengan produksi perdana ditargetkan 2027. Di Sulawesi, Senoro Phase 2A ditargetkan beroperasi penuh pertengahan tahun ini.
Di tingkat regional, Bualuang Phase-1 di Thailand dijadwalkan onstreamk kuartal Kedua 2026. Perusahaan juga memperluas peran strategis melalui operatorship Cendramas PSC di Malaysia yang akan efektif di September 2026.
Baca Juga
Intip Rekomendasi Saham Medco (MEDC) Usai Rilis Kenaikan Laba di Kuartal I-2026
Di sektor ketenagalistrikan, Ijen Geothermal bersiap memasuki fase 2 dengan penambahan 35 MW menuju kapasitas 70 MW. Ekspansi Batam IPP berproses menuju 300 MW, dan Sumbawa Solar PV 26 MWp yang saat ini berada dalam tahap pengkajian potensi ekspansi. Dengan energi terbarukan kini menyumbang 26% dari total kapasitas terpasang, Perseroan berada pada jalur menuju target 30% pada 2030.
MedcoEnergi menargetkan produksi 165-170 mboepd dan penjualan listrik 4.550 GWh pada 2026. "Semua proyek sudah berjalan, dan melalui pendekatan yang disiplin dan terukur, MedcoEnergi berkomitmen untuk terus berkontribusi pada ketahanan energi nasional sekaligus mendukung transisi energi secara berkelanjutan," sebut Iwan.

