BRIN-Kadin Garap Alpukat Organik Lampung
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Pertanian, Pemerintah Daerah Lampung Timur, dan Kadin Provinsi Lampung menjalin kolaborasi strategis untuk mengembangkan kawasan alpukat seluas 360 hektare di Lampung Timur menuju sentra alpukat organik unggulan nasional.
Program tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas dan kuantitas produksi alpukat berbasis pertanian organik bersama kelompok tani setempat. Kolaborasi ini juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem pertanian berkelanjutan sekaligus membuka peluang hilirisasi dan ekspor komoditas unggulan daerah.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pertanian sekaligus Ketua Umum Himpunan NEXTANI Indonesia, Devi Erna Rachmawati, mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan nasional dan memperkuat hilirisasi pertanian berbasis riset dan inovasi.
Baca Juga
Program Klasterku Hidupku BRI Berhasil Berdayakan Petani Alpukat di Probolinggo, Intip Kisahnya
“Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan pangan, memperkuat hilirisasi pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui pendekatan riset, inovasi, dan kemitraan strategis,” ujar Devi Erna Rachmawati dalam keterangan resminya, Jumat (15/5/2026).
Menurut Devi, pengembangan kawasan alpukat organik tersebut diharapkan dapat menciptakan model pertanian terintegrasi dari hulu hingga hilir yang memiliki daya saing tinggi di pasar domestik maupun internasional.
Program kolaboratif tersebut mencakup sejumlah fokus utama, antara lain pendampingan riset dan inovasi budidaya alpukat produktif, penerapan teknologi pertanian modern dan ramah lingkungan, penguatan kapasitas kelompok tani, pengembangan pupuk organik, serta persiapan menuju sertifikasi organik.
Keterlibatan Badan Riset dan Inovasi Nasional diharapkan mampu menghadirkan solusi berbasis teknologi dan penelitian untuk meningkatkan produktivitas alpukat secara berkelanjutan dengan standar pertanian organik modern.
Selain meningkatkan kualitas buah alpukat, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat efisiensi produksi dan memperbesar nilai tambah ekonomi petani melalui pengembangan rantai pasok yang lebih terintegrasi.
Baca Juga
Wujudkan Komitmen 'Sayang Bumiku', Adira Finance Tanam Ribuan Pohon Alpukat di Semarang
“Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan model pengembangan alpukat organik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi daerah,” kata Devi.
Langkah tersebut sejalan dengan tren meningkatnya permintaan produk pertanian organik di pasar global. Organisasi pangan dunia Food and Agriculture Organization (FAO) sebelumnya menilai pertanian organik dan berkelanjutan akan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat dalam perdagangan pangan dunia karena meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kesehatan dan lingkungan.
Sementara itu, Kementerian Pertanian RI juga terus mendorong pengembangan hortikultura bernilai tinggi sebagai bagian dari strategi diversifikasi ekspor nonmigas dan penguatan ekonomi daerah berbasis pertanian modern.
Kolaborasi BRIN, Kadin, dan Pemerintah Daerah Lampung Timur tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk mendorong transformasi sektor pertanian lokal menuju pertanian modern, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan pangan berkualitas tinggi baik di pasar domestik maupun internasional.

