Efek Domino Program MBG: 85,6% Supplier Catat Kenaikan Omzet
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) merilis data terbaru mengenai dampak ekonomi makro dan mikro dari program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Bakom, Muhammad Qodari, mengungkapkan program ini telah menjadi katalisator pertumbuhan bagi sektor UMKM dan penyedia pangan di seluruh Indonesia.
Mengutip laporan monitoring dan evaluasi Badan Pusat Statistik (BPS) Januari 2026, Qodari menyebut sebanyak 85,6% supplier MBG mencatatkan kenaikan nilai penjualan yang signifikan sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025.
Hal ini menunjukkan bahwa penyerapan anggaran negara melalui program ini berhasil mengalir langsung ke para pelaku usaha lokal.
"MBG bukan sekadar program sosial atau bagi-bagi makanan. Ini adalah penggerak roda ekonomi riil. Dampak nyatanya dirasakan langsung oleh para pelaku usaha dalam rantai pasok pangan kita, mulai dari petani, peternak, hingga jasa boga," ujar Qodari dalam konferensi pers di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Tidak hanya pada sisi suplai, program ini juga memberikan dampak pada ketahanan finansial keluarga. Data BPS menunjukkan adanya peningkatan tingkat persetujuan masyarakat terhadap aspek ekonomi program. Salah satu poin krusial adalah kemampuan program ini dalam meringankan pengeluaran harian rumah tangga yang meningkat dari 73,6% menjadi 75,9%.
Baca Juga
Zulhas Telpon Kepala BGN, Minta Menu MBG Pakai Telur Demi Bisa Stabilkan Harga
Qodari menjelaskan efisiensi ini terjadi karena pos anggaran makan siang anak kini dapat dialokasikan untuk kebutuhan mendesak lainnya. Selain itu, aspek efisiensi waktu juga tercatat membaik, di mana 78,3% responden merasa beban waktu menyiapkan makan siang berkurang secara drastis dibandingkan periode awal program.
Lebih lanjut, pemerintah mengeklaim sinergi antara peningkatan gizi dan penguatan ekonomi ini akan menciptakan stabilitas konsumsi domestik. Dengan meningkatnya daya beli di tingkat rumah tangga dan naiknya pendapatan supplier, MBG diharapkan mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal mendatang.
"Kita melihat adanya sirkulasi ekonomi yang sehat. Uang negara kembali ke rakyat melalui UMKM, dan hasilnya dinikmati oleh anak-anak kita dalam bentuk nutrisi berkualitas," tutur Qodari.

