Dirut MRT Jakarta Targetkan Jalur Bundaran HI-Monas Beroperasi Akhir 2027
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, memaparkan perkembangan signifikan terkait pembangunan jalur MRT Jakarta Fase 2A. Dalam peninjauan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Selasa (12/5/2026), dia mengungkapkan proyek infrastruktur strategis ini terus menunjukkan progres positif di berbagai titik pengerjaan.
Hingga akhir April 2026, progres pembangunan jalur dari Bundaran HI menuju Stasiun Kota telah mencapai hampir 60%. Secara spesifik, pengerjaan di segmen Bundaran HI hingga Harmoni menunjukkan hasil baik karena sudah mendekati tahap penyelesaian.
Baca Juga
Naik Transjakarta hingga MRT-LRT Jakarta Digratiskan pada 24 April 2026
"Bundaran HI sampai Kota progresnya hampir 60% per posisi akhir April tahun ini. Khusus untuk Bundaran HI sampai dengan Harmoni itu progresnya sudah 92,5%," ujar Tuhiyat saat memberikan keterangan pers.
Ia optimistis pengerjaan segmen tersebut akan mencapai 100% pada akhir tahun ini.
Mengenai rencana operasional, PT MRT Jakarta memiliki strategi untuk membuka layanan secara bertahap. Tuhiyat menargetkan masyarakat sudah bisa menggunakan layanan MRT dari Bundaran HI hingga Monas pada akhir 2027 mendatang.
"Khusus untuk Bundaran HI sampai dengan area Monas kami akan mencoba untuk mengoperasikan lebih awal, yaitu akhir tahun depan, akhir tahun depan 2027 itu sudah kita operasikan," jelasnya.
Baca Juga
Wapres Gibran Tinjau Proyek MRT Fase 2A: Targetkan Operasional Monas di Akhir 2027
Sebelum dibuka untuk umum, pihak MRT akan melakukan uji coba atau trial pada pertengahan 2027. Sementara itu, untuk keseluruhan jalur dari Bundaran HI hingga Stasiun Kota ditargetkan beroperasi penuh dua tahun setelahnya. Proyek sepanjang kurang lebih 6 kilometer tambahan dari fase 1 ini diharapkan rampung pada akhir 2029.
Tuhiyat juga melaporkan bahwa pengerjaan terowongan (tunnel) dijadwalkan akan tersambung sepenuhnya dari Bundaran HI hingga Kota pada September 2026. Saat ini, tim di lapangan mulai memfokuskan pengerjaan pada sistem persinyalan untuk mendukung operasional kereta nantinya.
Dalam peninjauannya, Wakil Presiden berpesan agar ritme kerja terus dipacu agar seluruh target tercapai tepat waktu. “Pak Wapres baru pesan bahwa terus progresnya di-push terus, di-push terus sehingga timeline bisa kita lakukan secara on time,” tutur Tuhiyat.

