MetConnex 2026 Resmi Dibuka, Kepala BIM Dorong Hilirisasi Mineral hingga Penguatan Industri
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) sekaligus Kepala Badan Industri Mineral (BIM), Brian Yuliarto resmi membuka MetConnex 2026 Mine Aidic dan mendorong penguatan hilirisasi mineral untuk meningkatkan daya saing industri nasional.
Dalam sambutannya, Brian mengatakan Indonesia memiliki sumber daya mineral strategis seperti nikel, tembaga, bauksit, emas, timah, hingga batu bara. Namun, katanya, tantangan terbesar bukan hanya mengekstraksi sumber daya tersebut, melainkan mengolahnya menjadi produk bernilai tambah tinggi.
“Memiliki nikel adalah satu hal, tetapi dapat memprosesnya menjadi baterai berkualitas tinggi adalah sesuatu yang sangat berbeda,” kata Brian saat membuka MetConnex 2026 Mine Aidic di JICC Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Brian menyebut pengembangan sektor mineral Indonesia harus bergerak lebih jauh ke processing, refining, inovasi, manufaktur, dan penguasaan teknologi industri.
“Sejauh perkembangan sektor mineral Indonesia tidak bisa berhenti di ekstraksi. Kita harus bergerak lebih jauh ke processing, refining, inovasi, manufaktur, dan teknologi. Ini adalah arti sebenar industri self-reliance,” ujarnya.
Baca Juga
MetConnex 2026 Angkat Potensi Rare Earth Indonesia, Ahli Tambang Siap Dukung Hilirisasi Prabowo
Menurut dia, forum MetConnex menjadi ruang kolaborasi antara industri, akademisi, peneliti, penyedia teknologi, dan pemerintah dalam memperkuat rantai nilai sektor pertambangan dan metalurgi nasional.
“Kita tidak bisa membangun industri mineral yang kuat jika value chain itu sendiri tidak bersatu,” ucap Brian.
Brian juga menilai penguatan hilirisasi mineral menjadi penting di tengah meningkatnya kebutuhan dunia terhadap mineral kritis untuk energi masa depan, kendaraan listrik, elektronik, hingga industri manufaktur yang maju.
“Negara yang akan memimpin masa depan bukanlah mereka yang memproses sumber daya mineral, tetapi mereka yang bisa memahaminya, memprosesnya, menguasai teknologi di belakangnya, dan mengubahnya menjadi kemampuan industri,” jelas Brian.
Selain hilirisasi, Brian menekankan pentingnya keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya mineral. Ia mengatakan, industri pertambangan dan metalurgi harus berkembang secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Keberlanjutan tidak lagi opsional, keberlanjutan adalah bagian dari kompetitif itu sendiri,” tuturnya.
Brian turut menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui kolaborasi antara universitas dan industri. Menurut dia, universitas tidak bisa jauh dari kebutuhan industri, sementara penelitian harus mampu menjawab tantangan nyata di lapangan.
Di akhir sambutannya, Brian secara resmi membuka MetConnex 2026 Mine Aidic. “Semoga forum ini membawa pengetahuan baru, partnership baru, dan membuat kontribusi konkrit ke masa depan industri pertambangan dan metalurgi Indonesia,” tuturnya.
Baca Juga
Pekan Depan, PT Timah-Perminas 'Groundbreaking' Proyek Logam Tanah Jarang

