Women Empowerment Bali Edition, Dompet Dhuafa Perluas Peran Perempuan sebagai Agen Perubahan
Poin Penting
|
BADUNG, investortrust.id – Dompet Dhuafa menggelar Women Empowerment Bali Edition, di The Keranjang, Kuta, Badung, Bali, Sabtu (9/5/2026). Mengusung konsep mini talkshow, acara ini menghadirkan gerakan Belanja Bareng Yatim di The Keranjang Store.
Acara ini menghadirkan tiga narasumber inspiratif, yakni Direktur Mobilisasi Sumber Daya Dompet Dhuafa Etika Setiawanti, pengusaha muda dan Pendiri The Keranjang Bali atau owner Batik Trusmi Sally Giovanny, dan Hijrah Womanpreneur Dompet Dhuafa Bali Mary Ellen Barkey. Ketiganya berbagi inspirasi dan pengalaman tentang pemberdayaan dan peran perempuan dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis nilai sosial.
Baca Juga
Jelang Iduladha, Dompet Dhuafa Jateng Pastikan Hewan Kurban Sesuai Syariat
Sally Giovanny mengatakan, The Keranjang Bali sebagai tuan rumah mendukung penuh inisiatif ini. Sebagai pengusaha perempuan, Sally meyakini bisnis harus berdampak.
"Kami buka ruang bagi komunitas untuk berjejaring, belajar, sekaligus berbagi dengan adik-adik yatim. Semoga ini jadi gerakan yang menular,” katanya.
Sally menyampaikan langkah besar dimulai dari langkah yang kecil. The Keranjang berkomitmen untuk membantu ibu-ibu pegiat UMKM bertumbuh bersama dengan produk-produk rumahan yang berkualitas, memiliki nilai pasar yang kompetitif, dan daya saing yang kuat agar para wanita pemberdaya bisa melakukan perubahan ekonomi dari skala mikro.
Ia juga berbagi kisah inspiratif tentang bagaimana The Keranjang dibangun dengan semangat berinovasi, meskipun sempat terhantam oleh pandemi.
“Mental yang kuat adalah kunci. Bisnis memang tidak mudah, tetapi berjuang dan berinovasi adalah hal yang harus dilakukan agar bisa bertahan,” tuturnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha dan UMKM untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.
Mary Ellen Barkey, salah seorang penerima manfaat dari Dompet Dhuafa berbagi pengalamannya mengelola usaha peternakan ayam dengan pendekatan yang inovatif dan penuh perhatian.
"Kami mulai dengan usaha kecil, tetapi kami selalu memastikan untuk membuat ayam kami bahagia. Tidak ada usaha yang mudah, tetapi yang penting adalah berinovasi dan tidak takut mencoba hal baru,” ungkap Mary.
Sementara itu Etika Setiawanti menjelaskan Women Empowerment Bali Edition dirancang untuk menguatkan ekosistem kolaborasi antara perempuan, komunitas, dan pelaku usaha. Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi memiliki konsen pada pemberdayaan perempuan di berbagai aspek.
"Kami menginisiasi beragam program pemberdayaan yang menggerakkan sosial ekonomi masyarakat seperti batik lurik, peningkatan keterampilan perempuan. Selain itu, Dompet Dhuafa mengembangkan program pendidikan seperti beasiswa, pemberdayaan kesehatan dan lain-lain,” ujar Etika.
Etika juga menekankan Dompet Dhuafa mendukung perempuan untuk maju dengan mengembangkan potensinya, mengingat 65% penggerak utama UMKM di Indonesia adalah perempuan.
Baca Juga
Dompet Dhuafa Gandeng Agung Podomoro Percepat Pemulihan Pascabanjir Sumatra, Rumtara Capai 70%
Acara ini dihadiri oleh media, content creator Bali, komunitas perempuan, dan pegiat sosial. Selain sesi talkshow, peserta juga diajak langsung berinteraksi dan berbelanja bersama anak-anak yatim binaan Dompet Dhuafa di The Keranjang Store. Hasil penjualan dari kegiatan ini akan didonasikan untuk program pendidikan yatim Dompet Dhuafa.
Pada kesempatan ini, Dompet Dhuafa juga memberikan santunan kepada 20 anak yatim sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung pendidikan dan kesejahteraan mereka.
Acara diakhiri dengan kegiatan belanja bareng yatim, di mana para peserta, narasumber, dan anak-anak yatim bersama-sama memilih produk di The Keranjang Store, menciptakan momen kebersamaan yang penuh makna.
Women Empowerment Bali Edition merupakan bagian dari rangkaian program pemberdayaan Dompet Dhuafa untuk memperluas peran perempuan sebagai agen perubahan di bidang ekonomi, sosial, dan kemanusiaan.

