Indosat: Keamanan Siber Jadi Risiko Bisnis, Bukan Cuma Urusan IT
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indosat Business menilai keamanan siber kini telah menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan di tengah meningkatnya ancaman digital berbasis AI. Perusahaan diminta tidak lagi melihat keamanan siber sebagai sekadar persoalan teknis IT.
SVP Head of Cybersecurity Business Indosat Business, Yohannes Glen mengatakan, serangan siber di era AI berkembang semakin kompleks. Menurutnya, perusahaan harus mulai membangun fondasi ketahanan siber dari level manajemen tertinggi.
“Cyber security itu sebenarnya adalah suatu business risk. Semua tidak bisa menghindari, jadi bukan cuma sekadar technical issue,” ujar Glen di Kantor Indosat, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan langkah pertama yang perlu dilakukan perusahaan adalah membangun executive alignment dengan direksi hingga pemegang saham. Kesadaran ini dinilai penting karena tidak ada perusahaan yang benar-benar aman dari serangan siber.
Baca Juga
Rilis 'Whitepaper' Ketahanan Siber, Indosat Sebut Penipuan AI di Sektor Fintech Naik 1.550%
Menurutnya, perusahaan perlu mengidentifikasi aset digital paling kritikal yang harus mendapatkan perlindungan ekstra. Aset itu meliput data sensitif, layanan utama, hingga sistem operasional penting perusahaan.
Selain itu, perusahaan juga diminta memperkuat sistem identitas digital. Glen menyebut pencurian kredensial dan pembajakan akses kini menjadi metode serangan yang paling sering digunakan pelaku siber.
Di sisi lain, pakar keamanan siber Dr. Ir. Charles Lim mengatakan ancaman berbasis AI kini semakin sulit dideteksi. Teknologi seperti deepfake disebut mulai banyak digunakan untuk penipuan digital.
"Perusahaan harus mulai beralih dari pendekatan reaktif menjadi proaktif dalam menghadapi ancaman siber. Ketahanan siber dinilai akan menjadi faktor penting bagi keberlangsungan bisnis perusahaan digital di masa depan," tutupnya.

