Bagikan

Rilis 'Whitepaper' Ketahanan Siber, Indosat Sebut Penipuan AI di Sektor Fintech Naik 1.550%

JAKARTA, investortrust.id - Indosat Business merilis whitepaper bertajuk A Business-Centric Framework for Enterprise Cyber-Resilience di tengah meningkatnya ancaman siber terhadap sektor enterprise di Indonesia. Dokumen ini menyoroti lonjakan penipuan dengan AI (AI fraud) hingga 1.550% di sektor fintech Indonesia.

Indosat pun menyebut nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 340 miliar pada 2030. Pertumbuhan itu didorong percepatan adopsi AI, cloud, IoT, fintech, dan sistem digital lintas industri.

Lebih lanjut, whitepaper tersebut disusun dengan pakar keamanan siber Charles Lim dan mengangkat fenomena “resilience gap”. Kondisi itu menggambarkan laju transformasi digital yang berkembang lebih cepat dibanding kesiapan organisasi membangun ketahanan siber.

Baca Juga

XLSmart, Telkomsel, dan Indosat Ikut Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Perebutan Spektrum 5G Dimulai

Director and Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Danny Buldansyah mengatakan, ketahanan siber kini menjadi fondasi keberlangsungan bisnis di era ekonomi digital.

“Hari ini, cyber resilience bukan lagi isu teknologi semata, tetapi fondasi kepercayaan dan keberlangsungan bisnis,” ujarnya di kantor Indosat, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Indosat Business merilis whitepaper bertajuk A Business-Centric Framework for Enterprise Cyber-Resilience di Jakarta, Senin (11/5/2026). Foto: Investortrust/Saliki Dwi Saputra

Danny menambahkan, kebutuhan perusahaan terhadap pendekatan keamanan siber yang lebih strategis dan adaptif semakin mendesak. Menurutnya, kerja sama dengan pemangat seperti Charles Lim dapat menghadirkan perspektif yang lebih komprehensif mengenai kesiapan cyber resilience di Indonesia.

Menyoal ancaman penipuan dengan AI di sektor fintech, Lim menyebut AI kini sudah mudah digunakan, termasuk pada sektor fintech. "Bentuk ancamannya meliputi penggunaan deepfake dan AI voice impersonation untuk penipuan berbasis identitas," jelasnya.

Baca Juga

Indosat (ISAT) Pastikan Ikut Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Di sisi lain, ancaman ransomware terhadap institusi strategis nasional juga disebut terus meningkat. Serangan terhadap pusat data nasional pada 2024 bahkan mengganggu lebih dari 200 layanan publik.

Indosat juga menyoroti implementasi Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi yang mendorong perusahaan memperkuat monitoring dan respons keamanan siber secara real time. Pasalnya regulasi ini bisa mewajibkan pelaporan insiden kebocoran data dalam waktu maksimal 72 jam.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024