Mendag Budi Santoso Resmikan IPBA, Asosiasi Pelaku Usaha Filipina - Indonesia
Poin Penting
|
CEBU, Investortrust.id -- Menteri Perdagangan Budi Santoso resmi meluncurkan Asosiasi Pelaku Usaha Indonesia-Filipina atau Indonesia-Philippines Business Association (IPBA) di Cebu, Filipina, pada Rabu (6/5/2026). Momentum bersejarah ini bertepatan dengan perayaan 75 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara dan digelar di sela rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2026.
Kehadiran IPBA dinilai menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dan Filipina dalam memperkokoh integrasi ekonomi di kawasan Asia Tenggara melalui kemitraan strategis yang lebih dinamis.
Dalam sambutannya, Menteri Perdagangan yang akrab disapa Mendag Busan menekankan bahwa kedekatan kolaborasi antarnegara merupakan kunci utama stabilitas kekuatan ekonomi di kawasan ASEAN.
“Eratnya kerja sama antarnegara menjadi kunci kekuatan negara kawasan ASEAN. Hadirnya IPBA yang bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Filipina menjadi babak baru kerja sama kedua pihak. Harapannya, IPBA menjadi pintu masuk strategis bagi pelaku usaha kedua negara yang dapat mendorong perdagangan, investasi, dan kemitran bisnis yang lebih erat,” ungkapnya dikutip Minggu (10/5/2026).
Pembentukan asosiasi ini sebenarnya telah diinisiasi oleh Atase Perdagangan (Atdag) Manila sejak pertengahan tahun 2024 sebagai wadah resmi bagi para pelaku usaha. Pengesahan langsung oleh Mendag Busan mencerminkan dukungan penuh pemerintah Indonesia dalam memperluas jaringan bisnis serta mengoptimalkan kesepakatan dagang yang sudah ada.
Lebih jauh, IPBA dirancang untuk menjalankan peran advokasi bagi para pengusaha guna memitigasi berbagai hambatan teknis di lapangan agar arus barang dan jasa antarnegara terus mengalir tanpa kendala berarti.
Diversifikasi produk perdagangan juga menjadi sorotan utama guna meningkatkan ketahanan ekonomi dalam menghadapi fluktuasi global. Mendag Busan menegaskan bahwa diversifikasi perdagangan akan membuat Indonesia dan Filipina lebih tangguh untuk menghadapi tantangan global.
Baca Juga
Kadin dan Filipina Bentuk Indonesia-Philippines Nickel Corridor, Perkuat Rantai Pasok Nikel ASEAN
Untuk mencapai target tersebut, IPBA akan menggerakkan berbagai program promosi mulai dari misi dagang, forum bisnis, hingga agenda penjajakan bisnis atau business matching yang secara spesifik mempertemukan eksportir Indonesia dengan pembeli potensial maupun investor di Filipina.
Selain menyasar korporasi besar, asosiasi ini turut mengemban misi sosial-ekonomi dengan menyediakan program penguatan kapasitas bagi pelaku UMKM nasional agar lebih kompetitif di pasar internasional. Program pendampingan ini mencakup pelatihan ekspor, pemahaman mendalam mengenai standar regulasi di Filipina, penguatan kemasan produk, hingga fasilitasi perdagangan lintas batas melalui platform e-commerce.
Melalui skema ini, para pelaku usaha lokal diharapkan mencapai tingkat kesiapan ekspor yang mumpuni untuk menembus pasar Filipina secara berkelanjutan.
President IPBA Darmilo Sosa menyambut positif langkah pemerintah Indonesia dan meyakini bahwa masa depan pertumbuhan ekonomi ASEAN sangat bergantung pada kualitas kolaborasi. Menurutnya, dengan dibentuknya IPBA, Indonesia dan Filipina menciptakan peluang baru bagi perdagangan, investasi, dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Sebagai informasi, Filipina merupakan mitra dagang ke-8 bagi Indonesia dengan nilai ekspor mencapai USD 10,22 miliar pada tahun 2025, sementara Indonesia menduduki posisi ke-4 sebagai pemasok utama kebutuhan impor Filipina, terutama untuk komoditas logam dan minyak nabati.

