Bagikan

Hippindo: Inabuyer Jadi Solusi Kelangkaan Suplier di Tengah Ekspansi Ritel

Poin Penting

Hippindo tegaskan Inabuyer B2B2G Expo bukan sekadar CSR, melainkan kebutuhan bisnis mencari pemasok.
Peritel besar seperti Aeon dan Indomaret temukan supplier baru melalui mekanisme business matching.
Peningkatan kualitas produk UMKM dukung ekspansi toko fisik dan penyerapan tenaga kerja nasional.

JAKARTA, investortrust.id Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menegaskan gelaran Inabuyer B2B2G Expo 2026 merupakan solusi konkret di tengah sulitnya mencari pemasok (supplier) berkualitas untuk mendukung ekspansi ritel di Tanah Air. Platform ini dinilai strategis dalam mempertemukan peritel besar dengan pelaku UMKM yang siap masuk ke ekosistem bisnis profesional.

Ketua Umum Hippindo, Budiharjo Iduansjah, mengungkapkan industri ritel saat ini sangat membutuhkan kepastian pasokan seiring dengan rencana pembukaan toko fisik di berbagai provinsi dan kabupaten sebagai bagian dari strategi nasional penguatan ekonomi.

Budiharjo turut meluruskan pandangan bahwa keterlibatan peritel besar dalam acara ini bukan sekadar menjalankan program tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility/CSR).

"Ini benar-benar kebutuhan bisnis. Mencari supplier itu susah. Di Inabuyer inilah para supplier datang langsung membawa barang mereka. Peritel besar seperti Aeon hingga Indomaret pun mengakui mendapatkan banyak pemasok baru melalui ajang ini," ujar Budiharjo dalam closing ceremony Inabuyer B2B2G Expo 2026 di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Sekretaris Kementerian UMKM, Loto Srinaita Ginting Sekretaris Kementerian UMKM saat menutup Gelaran Inabuyer B2B2G Expo 2026. Foto: Investortrust/Elsid Arendra

Ia menambahkan ketersediaan variasi produk, baik makanan maupun non-makanan seperti kendaraan listrik, akan berbanding lurus dengan pertumbuhan gerai fisik. "Makin banyak variasi produk, makin banyak toko fisik yang bisa kita buka, yang artinya akan makin banyak pula penyerapan tenaga kerja," imbuhnya.

Budiharjo memberikan apresiasi tinggi terhadap peningkatan kualitas para pelaku UMKM yang berpartisipasi tahun ini. Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, ia melihat UMKM Indonesia sudah jauh lebih profesional dalam melakukan penetrasi pasar melalui sesi business matching.

Baca Juga

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Resmi Ditutup, Transaski Tembus Rp2,2 Triliun!

"Para pelaku UMKM kini sudah jauh lebih mengerti pentingnya business matching. Mereka datang dengan persiapan matang membawa kartu nama, katalog, hingga contoh produk yang mumpuni," ujar Budiharjo. Kondisi ini berbanding terbalik dengan tahun pertama penyelenggaraan, di mana banyak pelaku usaha yang masih belum memahami mekanisme pertemuan bisnis profesional.

"Kami butuh produk berkualitas yang bisa dijual di ritel modern, baik itu yang berlokasi di mall maupun di luar mall. Melalui Inabuyer, kami berharap supplier Indonesia makin berkualitas dan produknya mampu bersaing secara nasional maupun global," pungkasnya.

Acara penutupan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting, jajaran Deputi Kementerian UMKM, serta perwakilan dari LKPP dan berbagai asosiasi industri pendukung lainnya.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024