Ini Transformasi BUMN untuk Tumbuhkan UMKM
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN Tedi Bharata menyebut kementeriannya bertransformasi untuk memajukan UMKM. Salah satu caranya yaitu menggabungkan Permodalan Nasional Mandiri (PNM), Penggadaian, dan Bank BRI.
“Kerangka besar kita itu untuk transformasi kinerja BUMN,” ujar Tedi dalam diskusi Bersinergi Mengembangkan Ekosistem Umkm dalam Era Digitalisasi yang digelar Investortrust.id dan Permodalan Nasional Madani (PNM), di Menara PNM, Jakarta Selatan, Selasa (7/11/2023).
Menurut Tedi, transformasi yang kini dikerjakan BUMN untuk UMKM membutuhkan waktu. Harapannya, pada 10-20 tahun ke depan terjadi perubahan.
Salah satu wujud dari transformasi kebijakan untuk UMKM tersebut yaitu mengubah Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). “Ada kebijakan selama 40 tahun di mana BUMN harus memberikan pembiayaan untuk UMKM,” kata dia.
Baca Juga
Tetapi, kata dia, meski ide tersebut mulia implementasi di lapangan berkata lain. Kebijakan itu membuat berbagai sektor usaha BUMN untuk melakukan pembiayaan.
“Yang ada, ya nggak jalan. NPL (non performing loan)-nya besar,” ujar dia.
Saat ini, program tersebut berubah menjadi PUMK. Dengan kebijakan yang diatur dalam Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-6/MBU/09/2022 tersebut fokus terhadap pembiayaan UMKM diarahkan ke unit usaha yang memiliki bisnis inti pendanaan yaitu BRI.
Baca Juga
“Sudah mulai berjalan. Dengan bangga, NPL-nya nol koma,” kata dia.
BRI dipilih karena portofolio dari BUMN ini untuk mengakomodasi UMKM. Dengan begitu, BRI bisa menaikkan indikator naik kelas UMKM.
Meski demikian, saat ini, persoalan yang muncul yaitu ego sektoral dari masing-masing kementerian dan lembaga yang memiliki UMKM binaan dan pembinaan. Selain itu, kacamata UMKM dengan pembiayaan yang diberikan juga harus diubah.
“UMKM yang memiliki pembiayaan harus bersiap diri dengan growth mindset,” ujar dia. (CR-7)
Baca Juga

