Antam (ANTM) 'Rebound' Tembus Rp 2,840 Juta Efek "Drama" AS-Iran Mereda
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Kamis (7/5/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,840 juta atau naik Rp 50.000 dari Rabu (6/5/2026) Rp 2,790 juta per gram didorong optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,645 juta atau naik Rp 20.000 dari sebelumnya Rp 2,625 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang melonjak ke level tertinggi dalam lebih sepekan pada perdagangan Rabu (6/5/2026). Harga emas spot naik 2,7% menjadi US$ 4.678,95 per ons setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 27 April pada awal sesi perdagangan. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat menguat 2,7% menjadi US$ 4.690,20 per ons.
Penguatan emas turut didukung pelemahan indeks dolar AS sebesar 0,5%, yang membuat logam mulia lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya sehingga meningkatkan permintaan pasar global.
Baca Juga
Emas Antam (ANTM) Terbang Rp 30.000, Saatnya Borong atau Tunggu?
Optimisme pasar meningkat setelah muncul laporan bahwa Washington dan Teheran hampir mencapai kesepakatan melalui memorandum satu halaman untuk mengakhiri konflik di kawasan Teluk. Informasi tersebut disampaikan oleh sumber dari Pakistan yang terlibat dalam proses mediasi serta sumber lain yang mengetahui perkembangan negosiasi tersebut.
Laporan mengenai potensi perdamaian itu langsung memicu penurunan harga minyak global. Minyak mentah Brent acuan tercatat turun hingga mendekati level US$ 100 per barel. Penurunan harga energi dipandang positif bagi pasar karena dapat mengurangi tekanan inflasi global yang sebelumnya meningkat akibat konflik geopolitik. Kondisi ini juga memunculkan harapan bahwa bank sentral utama dunia, termasuk Federal Reserve (The Fed) tidak perlu mempertahankan suku bunga tinggi terlalu lama.
Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Namun, logam mulia cenderung kurang menarik ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau deposito.
Setelah perkembangan geopolitik mulai mereda, perhatian investor kini beralih ke data ekonomi Amerika Serikat, khususnya laporan ketenagakerjaan bulanan yang akan dirilis Jumat (8/5/2026). Data tersebut diperkirakan menjadi indikator penting untuk mengukur ketahanan ekonomi AS sekaligus menentukan arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan.
Jika pasar tenaga kerja masih kuat, The Fed kemungkinan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Sebaliknya, pelemahan ekonomi dapat membuka ruang penurunan suku bunga.
Baca Juga
Harga Emas Anjlok 2% Tertekan Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar Perkasa
Laporan National Employment Report dari Automatic Data Processing (ADP) menunjukkan jumlah pekerja sektor swasta AS pada April meningkat lebih tinggi dibandingkan perkiraan pasar.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,470 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,840 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,620 juta
- Emas 3 gram: Rp 8,405 juta
- Emas 5 gram: Rp 13,975 juta
- Emas 10 gram: Rp 27,895 juta
- Emas 25 gram: Rp 69,612 juta
- Emas 50 gram: Rp 139,145 juta
- Emas 100 gram: Rp 278,212 juta
- Emas 250 gram: Rp 695,265 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,390,320 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,780,600 miliar.

